Susi menyatakan dirinya berjanji akan menindaklanjuti usulan Dewan Bisnis Rusia-Indonesia terkait pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta-Moskow. Hal itu diyakini akan membantu memperlancar kegiatan parisawata dan bisnis.
“Kita nanti ngobrol dengan Pak Arif Wibowo (Direktur Utama PT Garuda Indonesia). Tentu saya harus cc Bu Rini (Menteri BUMN), saya mau approach,” katanya di acara Forum Bisnis Rusia-Indoensia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dengan kejadian yang sebetulnya tidak kita inginkan tapi kan kita bisa memanfaatkan. Contohnya, dengan sekarang ada persoalan (Rusia) dengan Turki atau dengan Mesir misalnya. Turis Rusia banyak ke kedua negara ini dan bisa ditarik kemari. Rusia tadi sudah ready untuk bangun-bangun hotel, berinvestasi,” kata Susi.
“Sekarang kita tagih, apakah program (rute penerbangan langsung Jakara-Moskow) itu masih ada. Kita harap tetap ada,” tutur Didie.
Apalagi, lanjut Didi, Garuda Indonesia merupakan salah satu anggota Aliansi Skyteam suatu jaringan maskapai global yang besar.
Saat ini, apabila turis Rusia ingin terbang ke Jakarta mereka harus menempuh perjalanan paling tidak 16 jam karena harus singgah di Dubai atau Abu Dhabi selama tiga jam. Padahal, apabila langsung, penerbangan Moskow-Jakarta bisa ditempuh selama 12 jam.
“Orang Rusia senangnya penerbangan langsung, enggak mau mampir-mampir,” ujarnya.
“Turis Rusia yang kedua daerah (Turki dan Mesir) itu enam juta per tahun. Sekarang mendadak ada perang dan embargo itu mereka nggak tahu pergi ke mana,” ujarnya. (gir/gir)