Rini mengungkapkan beberapa perusahaan pelat merah berpotensi melebarkan sayapnya ke Myanmar. Ia mengatakan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah mengantongi izin membuka cabang di Myanmar. Untuk itu, ia berharap BUMN di bidang semen serta yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (migas) bisa mengikuti jejak BNI.
“Kami sedang melihat beberapa potensi di Myanmar,” kata Rini usai menghadiri peresmian proyek dan peluncuran produk PT Pertamina (Persero), Jakarta, Jumat (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebelum 2018 ya Pak Bambang (Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang) saya bisa melihat SPBU Pasti Prima ada di Myanmar,” kata Rini.
Apabila bisa memenangkan lelang yang tengah digelar, Pertamina akan membentuk joint venture dengan perusahaan pelat merah Myanmar untuk mengoperasikan SPBU tersebut.
“Kami sudah memasukkan penawaran kalau nanti menang, kita langsung punya banyak (SPBU). Kalau kalah berarti kita mulai dari awal,” kata pria yang akrab disapa Abe ini.
Myanmar, lanjut Abe, hanyalah salah negara di Indochina yang menjadi sasaran ekspansi Pertamina. Selain Myanmar, Pertamina juga membidik Thailand, Kamboja, dan Laos baik untuk ekpansi layanan SPBU maupun pasar baru produk pelumas. (gen)