"Saya minta agar kegiatan segera dimulai pada Januari, jangan sampai terlambat karena kalau mundur akan terjadi kontraksi ekonomi," kata Presiden ketika menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Penghargaan Daerah Berprestasi Penerima Insentif Daerah 2016 di Istana Negara Jakarta, Senin (14/12).
Jokowi meminta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) agar segera menghentikan kebiasaan penyerapan anggaran di akhir tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan penyerahan DIPA 2016 merupakan awal dari keinginan semua pihak untuk memperkuat agar proses pencairan anggaran lebih cepat dan merata dan memberikan efek ganda.
"Kegiatan agar segera dimulai, segera lakukan lelang proyek dan kegiatan di 2016 agar efektif berjalan. Saya minta kepada para menteri dan kepala daerah meninggalkan pola yang rutin, cari terobosan, pangkas kendala administrasi," katanya.
Untuk itu, Jokowi menginstruksikan jajarannya agar 42 ribu peraturan yang sifatnya menghambat dipangkas menjadi tinggal separuhnya.
Selain itu, presiden juga memerintahkan para menteri dan kepala daerah untuk mengecek dan memastikan pemanfaatan setiap pos anggaran belanjanya masing-masing.
"Jangan muncul jenis program yang tidak jelas, tidak konkret, jangan ada kalimat dan kata-kata bersayap," katanya.
Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar setiap daerah mengesahkan APBD 2016 tepat waktu. "Arahkan anggaran untuk kegiatan yang produktif," katanya.
"Untuk meningkatkan pelaksanaan anggaran perlu percepatan, terutama infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa skala besar," kata Menkeu. (ags/gen)