Pemerintah Tunda Pelaksanaan Tender Dua Bendungan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2015 11:23 WIB
Pemerintah Tunda Pelaksanaan Tender Dua Bendungan Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tertundanya tender Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara dan Bendungan Rukoh yang terletak di Aceh lebih disebabkan oleh masalah teknis. (Dok. Sekretariat Kabinet).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan telah memundurkan dua tender pembangunan bendungan dari Desember 2015 ke Januari tahun depan. Kedua bendungan tersebut merupakan bagian dari delapan tender bendungan yang akan dibangun mulai 2016.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan tertundanya tender Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara dan Bendungan Rukoh yang terletak di Aceh lebih disebabkan oleh masalah teknis, yaitu desain bendungan yang belum selesai. Namun Basuki meminta masalah tersebut bukanlah hal yang genting.

"Harusnya kami bisa mulai tender di Desember tapi mundur ke Januari tahun depan. Kami harap tender bisa dilaksanakan tepat waktu dan tak mundur-mundur lagi," ujar Basuki di Jakarta, kemarin.


Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Mudjijadi menambahkan Bendungan Kuwil Kawangkoan didesain untuk mampu menampung volume air sebanyak 25,57 juta meter kubik, sementara Bendungan Rukoh memiliki volume 128,66 juta meter kubik.

"Kami harapkan nanti pelaksanannya tidak ada masalah karena proyeknya kan multiyears. Jadi kami harapkan bendungan tersebut, beserta keenam bandara lain yang akan kami bangun tahun depan bisa selesai dalam waktu empat tahun," terang Mudjijadi.

Selain kedua bendungan itu, Kementerian PUPR juga akan membangun enam bendungan lain mulai tahun depan yaitu Bendungan Sukoharjo di Lampung, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, Bendungan Ciawi, Sukamahi, Cipanas dan Luwikeris di Jawa Barat. Demi membangun delapan bendungan itu, Kementerian PUPR menganggarkan Rp 8,6 triliun di luar pembebasan lahan.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sendiri berencana membangun 65 bendungan, dengan rincian 49 bendungan baru hingga 2019 ditambah 16 bendungan yang pembangunannya tengah berjalan dengan perkiraan nilai investasi sebesar Rp 76,52 triliun. (gen)