Pemegang Saham Tunjuk Agus Mertayasa jadi Komut Baru BTN

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2016 12:42 WIB
Pemegang Saham Tunjuk Agus Mertayasa jadi Komut Baru BTN Dirut Bank BTN Maryono (keempat kanan) menjelaskan I Wayan Agus Mertayasa akan menduduki kursi Komisaris Utama BTN yang ditolak oleh mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) secara resmi menunjuk I Wayan Agus Mertayasa menjadi Komisaris Utama menggantikan Chandra Hamzah yang sebelumnya menolak jabatan tersebut pada tanggal 9 Oktober 2015 lalu.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, penunjukan Komisaris Utama perlu dilakukan guna mendorong kinerja bank pelat merah tersebut agar lebih meningkat di 2016.

"Pergantian Komisaris Utama ini, saya yakini beliau yang ditunjuk dalam RUPSLB ini tidak akan mengundurkan diri seperti penunjukan Komisaris Utama sebelumnya," jelas Maryono dalam konferensi pers di kantor pusat BTN, Jakarta, Kamis (7/1).


Ia pun berharap dengan masuknya sejumlah anggota komisaris dan direksi baru ke tubuh BTN, mampu membuat BTN menembus posisi tujuh bank dengan aset terbesar.

"Kami harap inilah yang terbaik yang diberikan pemegang saham bagi BTN. Kami optimistis para profesional ini akan dapat membawa kinerja BTN menjadi lebih baik," terang Maryono.

Selain masuknya Komisaris Utama yang baru, BTN pun menunjuk satu komisaris perseroan yaitu Maurin Sitorus‎. Dengan bergantinya dua komisaris perseroan, maka susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan yang baru sebagai berikut:

Dewan Komisaris.

1. Komisaris Utama: I Wayan Agus Mertayasa.
2. Komisaris Independen: Kamaruddin Sjam.
3. Komisaris Independen: Arie Coerniadi.
4. Komisaris Independen: Lucky Fathul Azis H.
5. Komisaris: Sumiyati.
6. Komisaris: Fajar Harry Sampurno.
7. Komisaris: Maurin Sitorus

Dewan Direksi:

1. Direktur Utama: Maryono.
2. Direktur: Mansyur S. Nasution‎.
3. Direktur: Iman Nugroho Soeko‎.
4. Direktur: Irman Alvian Zahiruddin.
5. Direktur: Adi Setianto.
6. Direktur: Sis Apik Wijayanto.
7. Direktur: Sulis Usdoko.
8. Direktur: Oni Febriarto. (gen)
btn