Menurut JK, empat ancaman yang masih mengintai masih didasarkan pada permasalahan sektor keuangan, ketersediaan infrastruktur dan sarana logistik, birokrasi yang lamban, hingga problematika di sektor energi.
Berangkat dari hal itu, Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini meminta seluruh pihak dapat bekerjasama dengan pemerintah guna menyelesaikan masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lemahnya sektor keuangan bukan karena banyaknya bank, tetapi lebih karena persaingan yang tinggi sehingga mengakibatkan bunga juga berpotensi tinggi," ujarnya dalam acara News Forum Redaksi Indonesia 2016: Challenges and Opportunities di Jakarta, Kamis (21/1).
JK mengatakan, saat ini posisi gini ratio nasional tercatat berada di angka 0,41 sampai 0,43.
"Apa akibatnya, kesenjangan tadi lebih berbahaya daripada masalah pertumbuhan itu sendiri. Masalah sosial juga ada hubungannya dengan kondisi ekonomi, yaitu ketimpangan yang harus diperbaiki," cetusnya.
Mengutip asumsi makro yang termaktub dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, pemerintah mematok indeks gini nasional pada angka 0,39 atau menurun 0,01 dari asumsi di APBNP 2015.
Sementara untuk indeks kemiskinan tahun ini, ditargetkan turun 1 poin ke angka 0,9.
(dim/ags)