Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Hary Sampurno mengungkapkan pemerintah berani memasang target peneriman royalti lebih tinggi di tengah lesunya harga komoditas karena beberapa faktor.
Pertama, ada pabrik pengolahan (smelter) feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang akan beroperasi kembali tahun ini. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan ekspor nikel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, lanjut Fajar, penyetor royalti terbesar berasal dari tambang batubara, nikel, dan timah.
Fajar berharap harga komoditas tahun ini lebih stabil dibandingkan 2015 sehingga bisa meningkatkan kinerja sektor pertambangan domestik.
“Kami tidak berharap bahwa di 2016 ini akan terjadi banyak perubahan dari harga-harga komoditas. Sekarang yang harganya tidak banyak turun, hampir rata, hanya (harga) emas, sedangkan yang lain kondisinya masih turun,” ujarnya. (gen)