Proyek yang akan dimulai pada pertengahan tahun ini diperkirakan akan memakan investasi sekitar US$100 sampai US$150 juta.
Direktur Utama PTBA Milawarma mengungkapkan, dipilihnya Halmahera sebagai lokasi pembangunan PLTU lantaran hasil listrik dari pembangkit listrik tersebut akan dialirkan ke pabrik pemurnian ferronikel milik PT Aneka Tambang Tbk yang beroperasi pada 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari yang direncanakan, Milawarma melanjutkan PLTU batubara PTBA akan memiliki kapasitas 2x40 megawatt (MW) yang pengerjaannya diharap bisa rampung sebelum Desember 2018.
Sementara itu, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengapresiasi upay sinergi kedua perusahaan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi di industri pertambangan.
“Saya yakin, kalau kita bersinergi, kita akan terus meningkatkan kemampuan kita untuk memproses bahan baku tambang kita menjadi produk-produk akhir dan kita akan menjadi lebih kuat lagi sebagai bangsa," cetus Rini. (dim/gen)