Pemerintah Batasi Pabrikan Mobil China Bawa Produsen Komponen

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2016 14:11 WIB
Pemerintah Batasi Pabrikan Mobil China Bawa Produsen Komponen Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi Pabrik SAIC General Motor Wuling (SGMW), di Kawasan Industri Delta Mas Cikarang, Jawa Barat, Kamis, 7 Januari 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membatasi produsen mobil, PT SAIC-GM-Wuling (SGMW) Motor Indonesia untuk memboyong produsen-produsen komponen otomotif asal luar negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan komponen itu nantinya akan ditempatkan di dalam kompleks pabrik mobil Wuling di Indonesia. Pembatasan ini dilakukan demi memperbaiki pertumbuhan industri komponen otomotif dalam negeri.
Putu mengatakan bahwa instansinya sudah meminta SGMW untuk menyusun daftar komponen yang bisa ditangani oleh perusahaan asal China itu, dan komponen yang bisa disediakan oleh industri dalam negeri.

"Mereka boleh bawa sekumpulan produsen komponen mereka ke sini, tapi juga harus dilihat mana yang bisa membantu pengembangan industri dalam negeri kita. Jangan sampai mereka sudah investasi tapi malah teman-temannya (produsen komponen luar negeri) yang dibawa kesini," terang Putu di Kementerian Perindustrian, Selasa (26/1).


Ia juga mengaku SGMW sudah setuju dengan adanya pembatasan ini karena berkomitmen untuk menumbuhkan industri komponen dalam negeri. Selain itu, Kemenperin juga tengah menyusun kerangka jadwal (timeframe) terkait proporsi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di dalam produksi mobil Wuling di Indonesia antar tahunnya.

"Kuncinya industri otomotif ini di komponen, kalau komponennya lemah maka nanti tidak akan bisa apa-apa. Industri otomotif itu harus nambah jumlahnya, harus terus berkembang. Nantinya tak hanya bikin non-critical component tapi juga critical component," ujar Putu.

Namun, ia mengatakan Kemenperin tak meminta hal ini segera diimplementasikan setelah investasinya rampung. Kemenperin akan memberi waktu bagi SGMW untuk mengembangkan pasar terlebih dahulu sebelum meminta pelaksanaan peningkatan porsi TKDN.

"Tapi tahap pertama tidak mungkin kita paksakan harus langsung perbanyak TKDN, karena dia mengejar market dulu. Namanya juga bisnis. Yang penting mereka kejar volume dulu," tuturnya.

Sebagai Informasi, SGMW Motor Indonesia juga berencana untuk membangun satu kompleks produsen komponen otomotif demi mengakomodasi 15 produsen komponen otomotif asal China, Jerman, dan Amerika Serikat yang digandeng perusahaan ke Indonesia selain membangun pabrik perakitan yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Hasil produksi perusahaan-perusahaan ini nantinya khusus disalurkan bagi produksi mobil Multi Purpose Vehicle (MPV), yang merupakan produk utama SGMW. Kompleks industri komponen ini akan menempati 30 hektare, atau 50 persen dari luas lahan yang dimiliki perusahaan di Cikarang.

Melihat catatan perusahaan, 13 produsen komponen akan diboyong dari China yaitu Wuling, Baosteel, Lingyun, Baling, Shengjie, Shuangying, Yanfeng, Songahi, Liaowang, Libe, Tianqin, Luzhoufashan, dan Shunyu. Produsen-produsen itu rencananya akan meproduksi kipas, baja, radiator, plastik, panel instrumen, penyejuk udara, lampu dan lainnya.

Selain berasal dari China, SGMW juga akan membawa satu produsen komponen filter udara asal Jerman bernama Manu-Hummel dan satu produsen Electronic Power Steering (EPS) asal Amerika Serikat bernama Nexteer untuk berinvestasi di dalam kompleks produsen komponen milik SGWM.

Total nilai investasi ke-15 produsen tersebut adalah US$ 106,5 juta. Selain menggandeng produsen komponen luar negeri, SGMW juga akan mendirikan satu anak usaha yang bergerak di bidang pengecatan (painting) di dalam kompleks industri tersebut dengan nilai investasi US$ 7 juta. (gir)