Industri Komponen Lokal Didorong Pasok Investor Otomotif

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Senin, 01/02/2016 19:12 WIB
Industri Komponen Lokal Didorong Pasok Investor Otomotif Pekerja mengecek mobil-mobil yang akan diekspor ke berbagai negara di Tanjung Priok Car Terminal, Jakarta Utara, Rabu, 16 Desember 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Saleh Husin berharap pabrikan komponen lokal mampu memasok komponen bagi investasi otomotif Jepang di Indonesia agar industri komponen dalam negeri bisa berkembang dari saat ini yang berjumlah 600-700 perusahaan.

Saleh mengatakan penguatan industri komponen bisa mempertegas posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara. Bahkan, ia ingin agar jumlah produsen komponen lokal melebihi Thailand yang berjumlah dua hingga tiga ribu perusahaan.

"Selama ini ada beberapa produk otomotif asal Jepang yang investasi di Indonesia. Kami akan dorong industri komponen lokal dalam rangka mendukung apa yang diinvestasikan di sini," jelas Saleh di Jakarta, Senin (1/2).


Saleh juga berharap investasi otomotif Jepang di Indonesia mau menggunakan produksi Industri Kecil Menengah (IKM) dan diharapkan bisa bermitra dengan perusahaan komponen bawaan prinsipal Jepang yang berinvestasi di sini. Namun, ia juga mengatakan Indonesia belum bisa produksi komponen yang diciptakan dengan teknologi tinggi, sehingga kebutuhan importasi komponen masih tetap ada.

Sebagai informasi, data Kementerian Perindustrian menunjukkan impor bagian dan komponen kendaraan bermotor dari Jepang tercatat sebesar US$1,19 juta atau mengambil porsi 10,51 persen dari total impor dari Jepang sebesar US$11,32 juta periode Januari hingga Oktober 2015.

"Mungkin kalau komponen low technology kami sudah bisa pasok, tapi komponen high technology masih susah dilakukan oleh industri lokal," ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Gubernur Prefektur Fukuoka, Jepang, Hiroshi Ogawa mengklaim bisa membantu IKM komponen dalam negeri untuk berkembang dan memasok komponen bagi investasi otomotif Jepang di Indonesia. Pasalnya, wilayah Fukuoka yang dipimpinnya juga merupakan basis industri otomotif untuk wilayah Jepang, sehingga Indonesia bisa belajar langsung dari wilayah tersebut.

Ia menambahkan, beberapa pabrikan Jepang yang menjadikan Fukuoka sebagai basis produksi adalah Toyota, Nissan, dan Daihatsu. Terlebih, IKM juga merupakan pelaku bisnis komponen aktif di lokasi tersebut.

"Kami harap rencana pelaku usaha, terutama IKM, agar mau berkunjung ke Fukuoka dan melihat langsung IKM di sana. Kami juga menawarkan konsultasi supaya pelaku usaha agar lebih aktif lagi sebagai bentuk kerja sama Indonesia dan Jepang kedepannya mengingat banyak investasi otomotif Jepang di Indonesia," terang Ogawa.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sektor industri alat angkutan dan transportasi asal Jepang tercatat sebanyak US$1,18 miliar. Angka ini terbilang menurun 6,34 persen dibandingkan tahun lalu sebesar US$1,26 miliar. (gir/gen)