Sekembalinya dari Sumatera, Jokowi Putuskan Nasib Blok Masela

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 02/03/2016 13:12 WIB
Sekembalinya dari Sumatera, Jokowi Putuskan Nasib Blok Masela Menko Polhukam Luhut Pandjaitan memperkirakan tarik ulur persoalan Blok Masela akan mempengaruhi keputusan perombakan kabinet kerja oleh Presiden Jokowi. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama).
Pekanbaru, CNN Indonesia -- Adu argumen rencana pengembangan proyek regasifikasi gas alam cair (LNG) Blok Masela di Provinsi Maluku antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Untuk menghentikan debat kusir tersebut, Jokowi akan mengumumkan keputusan pengembangan fasilitas regasifikasi LNG Blok Masela oleh Inpex Corporation sekembalinya melakukan kunjungan kerja di Sumatera pada 3 Maret 2016 esok.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sesaat setelah berpisah dengan rombongan Jokowi di Medan, Jokowi menyampaikan hal tersebut kepadanya.


"Beliau (Jokowi) di pesawat bercerita bahwa beliau sudah tahu dan nanti akan diputuskan," kata Luhut saat ditemui di perjalanan menuju Pekanbaru, Riau, Rabu (2/3).

Menurut Luhut, kekurangan dalam Kabinet Kerja akan selalu ada. Namun untuk sekarang, kata dia, tak ada yang sifatnya major problem.

Namun untuk masalah Blok Masela, Luhut mengatakan Jokowi sudah memiliki keputusan yang mungkin sebentar lagi akan diumumkan.

"Sebentar lagi akan ada keputusan (soal Blok Masela), tapi itu tanyakan ke Presiden," katanya.

Adanya kegaduhan akibat Blok Masela kembali dihubungkan dengan isu perombakan kabinet oleh Jokowi. Terkait hal tersebut, Luhut mengatakan bahwa Jokowi masih memegang seluruh kendali di pemerintahan.

Selain itu, kata dia, Jokowi sudah memiliki keputusan yang berasal dari hasil masukan berbagai pihak. "Artinya begini, Presiden dapat masukan dan sekarang sudah memiliki keputusan. Saya tahu itu," katanya.

Sayangnya, Luhut enggan membuka apa keputusan yang diambil oleh Jokowi. Menurutnya itu bukan ranah dia dan bisa langsung ditanyakan pada Jokowi.

Awal pekan ini Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan bahwa di tengah pengambilan putusan mengenai skema pengembangan LNG terdapat salah satu kolega sesama menteri yang menghambat lantaran mendesak investor Blok Masela yakni Inpex Corporation dan Shell Shell Upstream Overseas Services Ltd untuk keluar dari megaproyeknya.

Namun, mantan pimpinan divisi pengadaan minyak (Integrated Supply Chain/ISC) Pertamina itu enggan secara tegas menyebut kolega yang ia maksud telah menghambat.

"Ada lah, nanti kalian juga tahu. Dia tidak hanya menghambat soal Masela. Dari mulai listrik, DKE, Freeport sudah mau dibereskan dihambat semua," cetus Sudirman.

Saat ditemui secara terpisah, Rizal Ramli menegaskan bahwa dirinya tak pernah mendesak investor Blok Masela mundur dari megaproyek yang ditaksir menelan investasi US$14,3 miliar hingga US$22,3 miliar tergantung skema yang dipilih.

"Itu spekulasi. Tidak benar," jawab Rizal saat ditemui di Istana Negara. (gen)