Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, satu pos anggaran yang akan mengalami perubahan dalam APBNP 2016 ialah subsidi untuk sektor energi nasional.
"Iya pasti ada perubahan. Seperti subsidi Elpiji (3 kilogram) itu pasti ada penurunan," ujar Bambang kepada CNN Indonesia akhir pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengurangan subsidi listrik sendiri didasarkan pada program penyaringan pelanggan listrik miskin yang saat ini dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Sebelumnya, menyusul pengumpulan Dana Ketahanan Energi (DKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga tengah mewacanakan pengurangan pemberian subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam pagu APBNP 2016.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko mengungkapkan, pengurangan subsidi terhadap solar dimaksudkan guna menjamin ketersediaan Dana Ketahanan Energi (DKE) yang sedianya akan dipakai untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia.
"Ada wacana untuk kurangi subsidi solar (yang saat ini) Rp1.000 (per liter). Kalau (bisa) kurangi subsidi, kita akan ada alokasi anggaran untuk program lain yang lebih tepat sasaran misalnya untuk DKE," ujar Sujatmiko di Jakarta, Senin (14/3). (dim/dim)