Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi Bank Jatim Su'udi mengatakan, kenaikan laba tersebut ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp2,4 triliun pada semester I 2016, naik 8,18 persen dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan kinerja itu juga didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp29,27 triliun naik 3,49 persen dari semester I 2015.
"Kami cukup bersyukur di era perlambatan ekonomi ini, penyaluran kredit kami cukup kencang. Terutama untuk yang di sektor ritel dan UKM," ujar Su'udi dalam konferensi pers, Kamis (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan tersebut disumbang oleh penurunan jumlah deposito sebesar 6,39 persen dari tahun lalu menjadi saat ini Rp9,27 triliun, kemudian penurunan juga terjadi di giro yakni sebesar 23,72 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp15,34 triliun per semester I 2016.
"Tabungan ini yang mendongkrak Bank Jatim karena bunganya rendah. Ini hasil ekspansi jaringan yang kami gencarkan tahun lalu dan tahun ini, dan memetik hasilnya tahun ini," kata Su'udi.
Sementara itu, posisi rasio keuangan Bank Jatim tetap terjaga yakni antara lain Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,69 persen, Return on Asset (ROA) sebesar 3,18 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) 72,64 persen dan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) saat ini berada di level 70,56 persen. (gir/gen)