Adhi S. Lukman, Ketua Umum GAPMMI menilai, sosok Airlangga memiliki latar belakang yang baik dalam bidang industri, terlebih Airlangga terdongkrak oleh nama besar Ayahnya, Ir. Hartarto, yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV periode 1983-1988.
"Saya ingat, pertama kali kerja di industri, beberapa kali bertemu Pak Hartarto (Ayah dari Airlangga) dan ia memiliki program yang bagus. Saya rasa ini menurun pada Pak Airlangga," ujar Adhi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhi menyarankan agar pada awal kepemimpinannya, Airlangga sebaiknya tidak membuat banyak program baru, namun terlebih dahulu melanjutkan program-program Kemenperin saat ini.
Sebagai contoh, Adhi menyebutkan, Airlangga perlu mengejar pemenuhan bahan baku industri makanan dan minuman (mamin), baik yang berasal dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan lainnya.
Pasalnya, selama ini kebutuhan bahan baku industri masih harus ditutup dengan impor. Sedangkan ketergantungan akan kebutuhan bahan baku yang tinggi membuat impor juga kian tinggi. Hal inilah yang menurut Adhi perlu dihindari.
"Oleh karena itu, GAPMMI harap, Pak Airlangga bisa menjalin koordinasi yang lebih baik lagi dengan kementerian terkait untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri mamin tanpa terus menerus mengandalkan impor," tandasnya.
Sedangkan dari sisi kinerja Saleh Husin, Adhi mengatakan selama hampir dua tahun Saleh menjabat, sejumlah program Kemenperin berhasil dikerjakannya.
Selanjutnya, Adhi menyebutkan, terobosan regulasi yang dibuat Saleh, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 yang merupakan amanat dari UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian sudah tepat. Sekalipun belum memberikan banyak kemajuan karena sektor industri masih harus berkoordinasi lebih dengan para kementerian lain. (gir/gen)