Saleh Husin Jelaskan Tantangan Bagi Menperin yang Baru

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 27/07/2016 22:55 WIB
Saleh Husin Jelaskan Tantangan Bagi Menperin yang Baru Saleh memaparkan bahwa terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi Airlangga, seperti kendala ekspor bahan baku hingga sulitnya meraih investasi. (CNN Indonesia/Giras Pasopati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saleh Husin menjelaskan sejumlah tantangan kepada penggantinya, Airlangga Hartanto, dalam serah terima jabatan (sertijab) Menteri Perindustrian (Menperin) yang dilaksanakan di Kementerian Perindustrian, Rabu (27/7).

Saleh Husin, dalam sambutan memberikan selamat kepada Airlangga yang terpilih sebagai pimpinan baru Kemenperin, menggantikan dirinya.

"Saya ucapkan selamat kepada Pak Airlangga, yang juga alumni dari Senayan (Dewan Perwakilan Rakyat). Saya gembira karena akhirnya setelah semalam, Pak Presiden memanggil kami dan memberikan beberapa arahan, akhirnya menunjuk Pak Airlangga yang menggantikan jabatan saya. Saya yakin dan haqqul yakin bahwa Pak Airlangga mampu menjawab tantangan di Kemenperin," ungkap Saleh Husin.


Saleh juga mengucapkan terima kasih kepada para jajaran Kemenperin yang telah bahu-membahu membangun Kemenperin bersama dengannya.

"Terima kasih dan saya mohon maaf bila selama hampir dua tahun memimpin Kemenperin kurang berkenan bagi semuanya. Tentu tidak mudah untuk kita menjaga tali silaturahim, walau beda, nanti saya akan terus berkomunikasi dengan teman-teman di eselon dan Pak Menteri untuk terus memberikan dukungan," kata Saleh.

Di akhir, pidatonya, Saleh memaparkan bahwa terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi Airlangga di masa kepemimpinannya, seperti kendala ekspor bahan baku hingga sulitnya meraih investasi.

"Yang terpenting adalah mengatasi kendala ekspor bahan baku, ini harus dikejar agar produk yang kita jual adalah produk jadi. Ini dapat menambah nilai produk, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menambah daya saing industri kita," jelas Saleh.

Selanjutnya, Saleh menggarisbawahi masalah ketersediaan energi dengan harga yang kompetitif untuk bisa diatasi Airlangga. Ketiga, masalah pembiayaan, Keempat, membuat masyarakat mencintai produk dalam negerim dan yang terakhir, fokus untuk menarik investasi.

"Investasi ini harus bisa dikejar, jangan hanya memberikan janji insentif tapi realisasinya tidak ada. Untuk itu, Pak Airlangga harus bisa berkoordinasi dengan kementerian lain, termasuk parlemen dan teman-teman pers agar memberikan berita positif yang dapat menarik investor," tutur Saleh.

Saleh pun optimistis bahwa Airlangga dapat memimpin Kemenperin hingga periode kepemimpinannya usai di tahun 2019 mendatang. (gir/gen)