Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, selama sepekan ini Arcandra memanggil KKKS untuk memaparkan perkembangan proyek-proyek yang kini sedang dilakukan.
Ia mengungkapkan, salah satu operator migas yang dipanggil adalah Inpex Corporation. Pada pertemuan yang terjadi pada hari ini (5/8), Arcandra meminta korporasi untuk memperingkas proses investasi yang dianggap lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, Arcandra juga menegaskan ke Inpex bahwa pengembangan fasilitas Liquified Natural Gas (LNG) Masela secara onshore merupakan keputusan Presiden. Maka dari itu, Kementerian ESDM juga mengatakan siap membantu Inpex demi mempercepat realisasi tersebut.
"Bapak Presiden sudah memutuskan di darat, bagaimana mempercepatnya itu yang perlu dibahas. Mereka minta beberapa insentif, nanti akan kami bahas minggu depan dan ini bergerak terus," tambahnya.
Vice President for Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto mengamini keinginan Arcandra. Namun sebelum masuk ke tahap perjanjian kontrak bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC), masih diperlukan beberapa kajian, khususnya menyangkut keekonomisan proyek.
"Pak Menteri minta cepat, cepat, dan cepat (untuk pengembangan East Natuna). Dan sampai saat ini kami masih market review sebelum nanti masuk tahap PSC," jelas Erwin, Kamis kemarin (4/8). (gir)