Direktur Utama Bank Yudha Bhakti Arifin Indra mengatakan perseroan telah menyampaikan rencana rights issue dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perusahaan tahun ini.
"Untuk menjadi bank BUKU II kami sudah masukkan di RBB. Tahun 2017 memang posisinya saat ini tinggal sedikit lagi yaitu corporate action seperti rights issue," ujar Arifin, Selasa (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Arifin mengatakan rencana tersebut masih menanti realisasi wacana salah satu pemegang saham yakni PT Asabri untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya.
"Untuk jadi bank BUKU II dan modal menjadi Rp1 triliun hanya satu alternatifnya yaitu hanya dari pemegang saham, tidak ada cara lain. Kalau menunggu perolehan pertumbuhan laba usaha rasanya akan lama sekali," ujar Arifin.
Arifin menargetkan apabila berhasil naik BUKU, perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih agresif dibandingkan tahun ini.
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Asabri Sonny Widjaja menyebut saat ini Asabri masih melego tawaran harga yang disodorkan oleh PT Gozco Capital selaku pemegang saham mayoritas.
"Yang ditawarkan kepada kami (Asabri) masih di atas harga pasar, jadi kami masih hitung-hitung dulu," ujar Sonny.
Saat ini, selain PT Asabri, kepemilikan saham Bank Yudha Bhakti secara mayoritas sebesar 41,89 persen digenggam oleh PT Gozco Capital sementara sisanya dipegang oleh Induk Koperasi Purnawirawan ABRI, Induk Koperasi Kepolisian RI, Induk Koperasi TNI Angkatan Darat, Induk Koperasi TNI Angkatan Laut sebesar, Induk Koperasi TNI Angkatan Udara, Pusat Koperasi Kementrian Pertahanan RI, Induk Koperasi Veteran RI, Pusat Koperasi Markas Besar TNI, serta Koperasi Karyawan PT Bank Yudha Bhakti. (gir/gen)