"TKDN 45 persen itu besar sekali untuk memproduksi kereta api. Pak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tadi bilang kami dukung," tutur Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan dikutip ANTARA, Selasa (20/9).
Kemenperin selalu mendorong Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri atau P3DN untuk menggeliatkan industri nasional. Terkait rencana ekspor kereta ke Sri Lanka, Kemenperin mengklaim siap merekomendasikan ke Kementerian Keuangan agar memperoleh persetujuan prinsip pembiayaan sesuai program National Interest Account (NIA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, INKA tengah mempersiapkan diri untuk mengekspor Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) senilai US$70 juta ke Sri Lanka.
Menurut Sodiq, Sri Lanka merupakan pasar baru bagi INKA di kawasan Asia Selatan, karena sebelumnya kebutuhan kereta di negara-negara tersebut dipenuhi oleh produk-produk dari India.
Sebelumnya, INKA telah berhasil mengekspor 150 gerbong kereta ke Bangladesh pada tahap pertama dan akan dilanjutkan pembuatan 250 gerbong untuk tahap kedua. Selain Bangladesh, kereta produksi INKA telah digunakan beberapa negara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, dan kawasan Afrika Utara.
"Ke depan, perusahaan akan melakukan penetrasi pasar ke Myanmar dan Sri Lanka," pungkasnya. (bir/gen)