Kemenperin Apresiasi Ekspor Kereta INKA dengan TKDN 45%

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 21/09/2016 01:20 WIB
Kemenperin Apresiasi Ekspor Kereta INKA dengan TKDN 45% Lokomotif dan kereta produksi PT Industri Kereta Api (Persero). (Dok. Kementerian BUMN).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi ekspor kereta yang dilakukan oleh PT Industri Kereta Api (Persero) alias INKA ke Sri Lanka dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 45 persen.

"TKDN 45 persen itu besar sekali untuk memproduksi kereta api. Pak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tadi bilang kami dukung," tutur Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan dikutip ANTARA, Selasa (20/9).

Kemenperin selalu mendorong Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri atau P3DN untuk menggeliatkan industri nasional. Terkait rencana ekspor kereta ke Sri Lanka, Kemenperin mengklaim siap merekomendasikan ke Kementerian Keuangan agar memperoleh persetujuan prinsip pembiayaan sesuai program National Interest Account (NIA).


"Kami akan memberikan rekomendasi kepada Kemenkeu jika diperlukan, untuk buyers credit yang sesuai NIA tadi," ujarnya.

Diketahui, INKA tengah mempersiapkan diri untuk mengekspor Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) senilai US$70 juta ke Sri Lanka.

"Kami sudah tinggal memasukkan penawaran. Semua persyaratan sudah terpenuhi, tinggal meminta dukungan untuk buyers credit dari program National Interest Account (NIA)," kata Mohamad Nur Sodiq, Direktur Keuangan INKA.

Menurut Sodiq, Sri Lanka merupakan pasar baru bagi INKA di kawasan Asia Selatan, karena sebelumnya kebutuhan kereta di negara-negara tersebut dipenuhi oleh produk-produk dari India.

Sodiq menambahkan, TKDN kereta yang akan diekspor ke Sri Lanka tersebut mencapai 45 persen. Sehingga, produknya benar-benar merepresentasikan karya anak bangsa. "Kami siap membawa terbang Indonesia ke mancanegara," imbuh dia.

Sebelumnya, INKA telah berhasil mengekspor 150 gerbong kereta ke Bangladesh pada tahap pertama dan akan dilanjutkan pembuatan 250 gerbong untuk tahap kedua. Selain Bangladesh, kereta produksi INKA telah digunakan beberapa negara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, dan kawasan Afrika Utara.

"Ke depan, perusahaan akan melakukan penetrasi pasar ke Myanmar dan Sri Lanka," pungkasnya. (bir/gen)