Pemerintah Bidik Rp13 Triliun dari Indonesia Trade Expo

Yuliyanna Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 12/10/2016 13:52 WIB
Pemerintah Bidik Rp13 Triliun dari Indonesia Trade Expo Kementerian Perdagangan mengincar transaksi mencapai US$1 miliar dari Indonesia Trade Expo (ITE) 2016 yang digelar 12-16 Oktober 2016. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan ambisius memasang target transaksi perdagangan mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp13 triliun pada perhelatan Indonesia Trade Expo (ITE) 2016 yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran sejak hari ini, Rabu, 12 Oktober 2016 sampai Minggu, 16 Oktober 2016.

"Target Trade Expo ini mendekati US$1 miliar. Setidaknya tidak lebih rendah dari tahun 2015 lalu sebesar US$909 juta," ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di sela acara ITE 2016.

Enggar memastikan, sekalipun perekonomian global masih lesu, namun transaksi perdagangan dalam perhelatan ITE 2016 dipastikan tetap bergairah.


Selama perhelatan, Enggar mengatakan bakal menjaring sekitar 15.562 calon pembeli atau buyer yang berasal dari 120 negara.

Secara rinci, kata Enggar, ITE 2016 bukan hanya menghasilkan transaksi langsung, lebih jauh, ITE 2016 diproyeksi dapat menghasilkan banyak hubungan bilateral antar Indonesia dengan sejumlah negara.

"Komitmen kami mengejar kerja sama hingga Rp2,6 triliun dari 14 negara. Angka ini akan terus bertambah menuju target perdagangan kita," imbuh Enggar.

Tak hanya dari sisi perdagangan, Enggar mengungkapkan, perhelatan ITE 2016 dapat menjadi lahan kerja bagi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong untuk meluaskan jaringan investasi.

"Nanti BKPM akan mengadakan investment forum, ini bagus untuk jaring investasi, kenalkan Indonesia," ujarnya.

Enggar meyakini, perhelatan ITE 2016 bisa mewujudkan harapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk menggedor daya saing produk Indonesia dengan meningkatkan kualitas produk, melakukan pembiayaan yang efisien, dan menciptakan iklim perdagangan yang kondusif.

Skema Produk Unggulan

Guna menggenjot kinerja perdagangan, Enggar mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah produk unggulan baru untuk menembus pasar ekspor Indonesia ke sejumlah negara.

"Kami sedang kembangkan produk unggulan yang baru, jangan bergantung pada produk yang dulu. Produknya itu masih kami lihat dari hasil Unit Kecil Menengah (UKM)," ucap Enggar.

Jika sudah terpetakan, maka Enggar menjanjikan pemerintah akan melakukan pendampingan hingga membantu produksi UKM agar volume produksinya dapat meningkat dan memberi sumbangan pada ekspor.

Kemudian, kata Enggar, produk unggulan ini akan dirancang untuk masuk ke sejumlah pasar baru, seperti beberapa negara yang sudah dibidik oleh Presiden Jokowi, yakni Afrika, India, Bangladesh, sampai Iran.

"Seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden, kita masuk ke sana, kita sesuaikan dengan selera masing- masing negara," imbuhnya. (gir/gen)