Direktur Utama Evergreen Invesco, Handy Suryanto menyatakan perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham baru dan mengestimasikan dana gross yang akan diperoleh dari penerbitan saham baru sekitar Rp40 triliun.
“Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di BEI [Bursa Efek Indonesia] sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya dalam keterbukaan kepada BEI, Kamis (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari keraguan, perusahaan berhak mengeluarkan sebagian dari atau seluruh jumlah maksimum saham yang disetujui untuk diterbitkan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Mengingat belum ditetapkannya ketentuan-ketentuan atas penambahan modal dengan memberikan HMETD, perseroan tidak dapat memberikan analisis rinci sehubungan dengan dampak spesifik. Namun Evergreen Invesco memperkirakan rencana rights issue memungkinkan perseroan untuk mengkapitalisasi utang menjadi modal.
Per akhir Juni 2016, jumlah liabilitas atau kewajiban Evergreen Invesco mencapai Rp22,95 miliar. Jumlah itu turun drastis dari Rp177,1 miliar pada akhir tahun lalu.
Saat ini, 53,26 persen kepemilikan Evergreen Invesco digenggam oleh Natural Crystal Holding Inc, sebanyak 40 persen dimiliki oleh masyarakat, dan sisanya 6,22 persen dikempit oleh First Venture Limited. (gir)