Peningkatan laba tersebut berkat dari naiknya pendapatan bunga bersih dan perolehan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang diperoleh BTN sepanjang tahun ini.
"Secara keseluruhan, pencapaian kinerja BTN sangat baik dan rata-rata tumbuh di atas industri perbankan nasional. Kami optimistis bisa mempertahankan laju pertumbuhan dan mencapai target hingga akhir tahun," ujar Maryono dalam konferensi pers, Senin (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BTN membukukan aset sebesar Rp197,3 triliun atau tumbuh 18,8 persen dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp166 triliun. Di samping itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tumbuh 18,5 persen dari Rp 124,5 triliun pada 2015 menjadi Rp 147,5 triliun pada 2016.
Maryono mengungkapkan di tengah tren kenaikan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL), BTN justru mampu menekan turun rasio NPL gross dari 4,50 persen di kuartal III tahun lalu menjadi 3,60 persen pada akhir September lalu.
Perseroan menargetkan hingga akhir tahun NPL berada di bawah kisaran 3 persen. Oleh karena itu menurut Maryono perseroan akan tetap fokus pada program recovery aset agar kualitas kredit dapat diperbaiki. Sampain dengan 30 September 2016 BTN telah melakukan recovery aset sebesar Rp964 miliar. (gir/gen)