Besaran utang tersebut sesuai dengan sisa kebutuhan pembiayaan untuk melengkapi target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) bruto tahun yang sebesar Rp654,36 triliun. Dengan catatan, defisit fiskal akhir tahun berada di level 2,7 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).
Dalam lelang kali ini, Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) melelang lima seri SUN, yakni untuk seri SPN03170307 (new issuance), SPN12171207 (new issuance), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening), serta FR0072 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI). Total penawaran masuk (incoming bid) tercatat sebesar Rp29,29 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikutnya, seri SPN12171207 akan jatuh tempo pada 7 Desember 2017 dengan tingkat kupon diskonto. Penawaran yang dimenangkan sebesar Rp0,8 triliun dengan incoming bid mencapai Rp3,861 triliun. Seri ini memiliki yield tertinggi dimenangkan sebesar 6,7 persen.
Selanjutnya, seri FR0059 akan jatuh tempo pada 15 Mei 2027 dengan tingkat kupon 7 persen. Penawaran yang dimenangkan sebesar Rp1,6 triliun dengan incoming bid yang mencapai Rp10,67 triliun. Imbal hasil seri ini lebih tinggi dibanding seri lainnya yakni 7,9 persen.
Terakhir, seri FR0072 akan jatuh tempo pada 15 Mei 2036 yang menawarkan tingkat kupon sebesar 8,25 persen. Kendati memperoleh incoming bid sebesar Rp1,75 triliun, pemerintah memutuskan untuk tidak memenangkan penawarannya. (bir/gen)