Bill Gates dan Warren Buffet Masih 'Percaya' Donald Trump

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Minggu, 29/01/2017 14:50 WIB
Bill Gates dan Warren Buffet Masih 'Percaya' Donald Trump Meski terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS mendapat banyak penolakan, dua miliarder tersebut mengaku masih percaya dan berharap negara bisa membaik. (REUTERS/Rick Wilking)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua miliarder asal Amerika Serikat, Bill Gates dan Warren Buffet, mengungkapkan optimismenya terhadap perekonomian negara AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang penuh kontroversi.

Optimisme tersebut diungkapkan saat kedua orang terkaya di dunia itu menjadi pembicara dalam sebuah seminar bersama mahasiswa Universitas Columbia A.S.

"Saya percaya diri Amerika akan terus maju," kata Buffet dilansir dari Reuters, Minggu (29/1).


Sementara itu, Gates mengatakan, keinginan akan inovasi dan dukungan penelitian AS sangat kuat dan menyelimuti seluruh pihak. Ia yakin pemerintah AS akan tetap mengalokasikan anggaran untuk mengembangkan program inovasi dan teknologi.

"Pemerintahan ini cukup baru, kita tidak tahu anggaran seperti apa yang akan diprioritaskan. Tapi ada keyakinan bahwa eksekutif dan kongres akan melakukan hal-hal yang luar biasa," ujar Gates.

Gates merupakan pendiri dan pemimpin eksekutif di perusahaan teknologi raksasa Microsoft Corp, sementara Buffet merupakan konglomerat dari perusahaan Berkshire Hathaway Inc. Tak hanya itu, Gates juga merupakan direktur di Berkshire sementara Buffet merupakan penyumbang terbesar di yayasan Gates Foundation yang didirikan oleh Gates dan sang istri, Melinda.

Menurut laporan majalah Forbes, Gates dan Buffet masing-masing memiliki kekayaan hingga US$85,2 miliar dan US$73,9 miliar.

Dalam acara yang dihadiri oleh 1300 orang tersebut, keduanya mengatakan, merupakan hal yang penting untuk fokus mengerjakan segala sesuatu yang dianggap baik dan memberikan dampak dalam jangka panjang, dibandingkan harus meributkan sesuatu yang sifatnya jangka pendek.

"Sangat sulit untuk memiliki politisi yang memikirkan sesuatu yang indah bagi negara 20 tahun dari sekarang, jika dampak jangka pendek terdapat beban mereka untuk dipilih kembali," kata Buffett.

Dia juga menekankan pentingnya imigrasi yang menjadi isu sentral untuk Trump. Buffett mengatakan, selama ini AS telah 'diberkati' oleh kehadiran imigran.

Ia mengatakan kehadiran imigran seperti Albert Einstein dan Leo Szilard di tahun 1939 telah membantu pemerintahan AS yang saat itu dipimpin oleh Franklin Roosevelt untuk mengembangkan program anti nuklir yang saat itu merupakan ancaman dari tentara Nazi Jerman.

"Jika bukan karena dua imigran, kita mungkin tidak bisa duduk di ruangan ini." kata Buffett. (gir)