Dengan demikian, selama lebih dari 29 tahun, Indonesia mandek di kelompok negara kelas menengah ke bawah. Padahal, sebelumnya Bank Indonesia (BI) pernah menyatakan jika Indonesia tidak ingin terjebak selamanya dalam kelompok tersebut, maka PDB per kapita Indonesia harus lebih dari US$12 ribu per tahun pada 2030 mendatang.
Melihat hal itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai pemerintah perlu mendorong seluruh sektor industri agar nilai tambah perekonomian bergerak positif. Terutama sektor yang banyak menyerap tenaga kerja dan kontribusinya besar terhadap perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, sektor industri tumbuh 4,29 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian mencapai 20,51 persen. Sementara, sektor pertanian hanya tumbuh 3,25 persen dengan porsi 13,45 persen terhadap kue ekonomi.
Namun demikian, empat sektor tersebut pertumbuhannya masih kalah jika sektor jasa keuangan (8,9 persen). Hal ini disebabkan oleh dampak pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga jasa perantara keuangan dan pertumbuhan pendapatan operasional lembaga pembiayaan.
Kemudian, sektor informasi dan komunikasi mengekor (8,87 persen), dan diikuti oleh sektor jasa lainnya (7,8 persen).
Lebih lanjut, pria yang kerap disapa Ketjuk juga mengingatkan untuk menjaga tingkat inflasi tahun ini. Hal itu penting agar daya beli masyarakat tidak tergerus.
Tahun lalu, tingkat harga mengalami inflasi sebesar 3,02 persen atau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02 persen.
Namun tahun ini, inflasi diprediksi bakal lebih tinggi yang dipicu oleh kenaikan harga diatur pemerintah (administered price). Mulai dari tarif pengurusan surat kendaraan bermotor, tarif dasar listrik, hingga harga bahan bakar minyak (BBM).
Pemerintah sendiri dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 menargetkan inflasi ada di level 4 persen atau sesuai dengan target BI 4 plus minus 1 persen.
"Inflasi akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga karena itu inflasi yang rendah menjadi kunci supaya daya beli konsumsi rumah tangga tak tergerus," ujarnya. (gen)