Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pertumbuhan laba yang signifikan tersebut merupakan dampak dari program 1 juta rumah yang diinisiasi oleh pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat Indonesia melalui Kredit Pemilikan Rakyat (KPR)
Tahun 2016, BTN berhasil menyalurkan kredit hingga Rp164,4 triliun naik 18,34 persen dibanding 2015 yang sebesar Rp138,95 triliun. Dari total tersebut, kredit di sektor perumahan tercatat menjadi penyokong utama kenaikan pinjaman di BTN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga: BTN Andalkan Produk Digital untuk Genjot Kredit |
"Artinya bahwa dengan program pemerintah telah menujukan menggeliatnya permintaan KPR subsidi. Laba kami juga didominasi oleh pendapatan bunga dan pendapatan non operasional," ujar Maryono.
Khusus untuk tahun ini, keempat bank pelat merah tersebut itu pun sepakat untuk melanjutkan kontribusinya sebagai kaki tangan pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik. Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) menargetkan pertumbuhan kredit hingga 15-20 persen, melebihi target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencpaai 9-12 persen.
Kinerja bank-bank pelat merah 2016 dalam angka. (CNN Indonesia/Fajrian)