“Kami memilih untuk berhati-hati menjaga pertumbuhan pada tahun ini. Agar margin tidak tertekan, kami fokus pada portfolio dengan tingkat pengembalian yang tinggi sambil menjaga kualitas aset yang sehat," ujar Direktur Utama Adira Finance Willy Suwandi Dharma, Kamis (2/3).
Sepanjang 2016, pembiayaan sepeda motor masih memberikan kontribusi cukup besar bagi pundi Adira yaitu mencapai Rp17,2 triliun atau 56 persen dari total pembiayaan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tumbuh stagnan, piutang pembiayaan yang dikelola perseroan hingga akhir 2016 mencapai Rp44,4 miliar.
Diversifikasi pembiayaan tersebut membuat biaya kredit perseroan turun 9 persen menjadi Rp1,4 triliun.
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan daya beli masyarakat yang diprediksi masih lemah, tahun ini perseroan lebih konservatif dalam menetapkan target pembiayaan, dimana penjualan wholesales sepeda motor baru akan diperkirakan stagnan dan penjualan mobil baru tumbuh sekitar 5 hingga 10 persen.
Tahun ini Adira Finance akan sedikit memodifikasi portfolio pembiayan dengan memperkecil pembiayaan di sepeda dan motor memperbesar porsi pembiayaan di segmen durable goods dengan target hingga di atas Rp1 triliun.
"Dengan asumsi outlook terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit naik di kisaran 5,2-5,3 persen, serta ada juga pengaruh karena indikasi The Fed menaikan suku bunga acuan," jelas Made. (gen)