Ciputra Residence Lirik Puri Indah Bangun Kawasan Terpadu

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Rabu, 08/03/2017 09:49 WIB
Ciputra Residence Lirik Puri Indah Bangun Kawasan Terpadu Ciputra Residence akan menyasar segmen kelas menengah, di mana untuk apartemen akan ditawarkan dengan harga Rp30 juta-Rp35 juta per meter persegi. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Ciputra Residence berencana membangun proyek kawasan terpadu (mixed used) di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, di atas lahan seluas dua hektare (ha). Tahap awal pembangunan proyek, yakni apartemen dan pusat perbelanjaan.

Direktur Ciputra Residence Agussurja Widjaja menyatakan, perusahaan akan menyasar segmen kelas menengah, di mana untuk apartemen akan ditawarkan dengan harga Rp30 juta-Rp35 juta per meter persegi.

"Tahun ini akan rilis yang tahap pertama, tetapi belum definitif ya, belum ada betul-betul tanggal atau bulan berapa," ujarnya, Selasa (7/3).


Namun demikian, Agus menargetkan, apartemen dan pusat perbelanjaan tersebut dapat rilis paling tidak akhir tahun ini atau pada semester II. Menurutnya, jika kondisi politik dan ekonomi di Indonesia dirasa kondusif, perusahaan optimis dapat mewujudkan target itu.

"Kalau semua beres ya tahun ini, kalau kondusif pokoknya, semester dua lah," kata Agus.

Ia menilai, potensi properti di Jakarta Barat tengah menuju sebagai wilayah kedua dari central business district (CBD) di Jakarta. Hal ini disebabkan karena penawaran properti dan permintaan yang terus bertambah di Jakarta Barat.

"Bagus itu, lama-lama jadi second-nya CBD. Penawarannya banyak nggak apa-apa, kan permintaan juga banyak," jelasnya.

Sementara, Direktur Utama Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata menyebut, proyek itu dibangun dengan skema kerja sama dalam bentuk joint venture (JV). Sehingga, nantinya akan ada perusahaan patungan yang membangun proyek itu.

Namun, Budi masih merahasiakan perusahaan lainnya yang diajak untuk bekerja sama dalam membangun proyek kawasan terpadu tersebut. Sebelumnya, ia mengungkapkan, perusahaan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) yang sama dengan tahun lalu, yakni Rp1 triliun.

Menurut Agus, perusahaan akan menggunakan 50 persen dana tersebut untuk membiayai pembangunan proyek reguler dan sisanya untuk proyek komersial.

Proyek reguler yang dimaksud, misalnya pembangunan jalan. Sementara, untuk proyek komersial di antaranya, hotel dan pusat perbelanjaan. Rencananya, kedua proyek komersial tersebut akan dibangun di dekat Citra Raya Tangerang. (bir/bir)