Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro menuturkan, ada beberapa opsi yang dipikirkan oleh BUMN terkait kepemilikan saham tersebut.
Pertama, petani bisa menjadi pemegang dalam satu kelompok dan nantinya dikelola oleh sebuah koperasi. Kedua, petani memiliki saham secara individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga antusias untuk tanam di sana, kan ada empat pabrik gula tuh yaitu, pabrik gula Asembagus, pabrik gula Panji, pabrik gula Wringinanom, dan pabrik gula Olean," ungkap Wahyu, kemarin.
Menteri BUMN Rini Soemarno berjanji akan memberikan izin bagi petani tebu untuk memiliki saham pabrik gula yang akan ditutup. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Namun, BUMN berencana menutup pabrik gula Wringinanom dan Olean. Sehingga, hanya tersisa dua pabrik gula. Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan terkait pasokan tebu karena ditutupnya dua pabrik tersebut.
"Itu ide awalnya. Dari situ, kami minta Danareksa Sekuritas untuk merancang. Terus terang, kami belum bisa mendapatkan metode mendapatkan saham," kata Wahyu.
Tiru Malaysia
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Erwan Pelawi menyatakan, pemerintah bisa saja mencontoh Malaysia yang sudah lebih dulu menangani petani secara korporasi. Federal Land Development Authority (FELDA), menjadi badan pemerintah Malaysia yang menangani para petani tersebut.
"Bahwa konsep pengelolaan petani secara korporasi menjadi dasar petani memiliki saham di pabrik gula. Bisnis modelnya yang perlu dilihat nanti apakah seperti Malaysia atau bisnis model lain," tandas Erwan.
"Ini kekuatan untuk sosial sangat menguntungkan, ada sense of belonging nya. Satu ide yang harus dieksplor karena Malaysia sudah buktikan hasilnya," pungkas Erwan.
Sebagai informasi, Kementerian BUMN bakal mengerucutkan keberadaan pabrik gula milik pemerintah menjadi hanya 22 pabrik gula dari awalnya 45 pabrik. Hal ini dilakukan lantaran kapasitas produksi yang dimiliki mayoritas pabrik gula tidak sesuai dengan kebutuhan.
Rata-rata pabrik gula milik BUMN hanya memiliki kapasitas 2.500 ton per hari, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan nasional satu pabrik gula perlu memproduksi 4 ribu ton per hari.
Tahun ini, Kementerian BUMN menargetkan adanya pertambahan produksi gula menjadi 1,6 juta ton, naik 33,33 persen dari tahun lalu 1,2 juta ton. (gen)
Menteri BUMN Rini Soemarno berjanji akan memberikan izin bagi petani tebu untuk memiliki saham pabrik gula yang akan ditutup. (CNN Indonesia/Safir Makki)