Sama halnya dengan laba bersih, Golden Energy berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan paling tinggi yakni, 8,81 persen menjadi US$384,33 juta dari sebelumnya US$353,18 juta.
Ilustrasi kinerja emiten tambang batu bara. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benar saja, dalam laporan keuangannya terlihat perusahaan meraih pendapatan lain-lain hingga US$941,64 ribu. Angka tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang tercatat beban lain-lain sebesar US$248,28 ribu.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menyebut, sepanjang tahun lalu indeks harga batu bara belum sebaik tahun 2015. Hal ini terlihat dari rata-rata harga tertimbang batu bara perseroan yang turun sebesar 4,4 persen.
Adapun, untuk pendapatan Bumi Resources turun hingga 42,22 persen menjadi US$23,4 juta dari sebelumnya US$40,5 juta. Kemudian Indo Tambangraya tercatat turun 13,92 persen menjadi US$1,36 miliar, dan Adaro Energy turun 5,97 persen menjadi US$2,52 miliar.
Ilustrasi kinerja emiten tambang batu bara. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
Aktivitas tambang batubara. (