President University Raih Juara 3 di ICMSS 2017

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Rabu, 22/03/2017 09:42 WIB
Tiga mahasiswa President University yang tergabung dalam The Lannisters, berhasil menjadi juara tiga di ajang Indonesia Capital Market Student Studies 2017. President University mendapat juara ke-tiga di Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) 2017. (Dok. Jababeka)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai universitas top nasional maupun Asia bersaing ketat selama empat bulan untuk menjadi yang terbaik di ajang Indonesia Capital Market Student Studies atau The 16th ICMSS.

Gelaran tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia kali ini mengambil tema 'Market Deepening: The Centerpiece of Financial Market Reinforcement.'

President University menempatkan dua orang wakilnya di 24 besar, dan salah satunya yaitu grup The Lannisters, berhasil menjadi juara ke-3 di bawah Ateneo de Manila University Philippines sebagai juara pertama dan Prasetiya Mulia sebagai runner up.


Adapun, The Lannisters President University terdiri dari tiga orang anggota yakni Antonius Adi Prasetya angkatan 2014, Aktivani Naza (2014), dan Nico (2015) yang semuanya berasal dari Jurusan Accounting.

Antonius menyebutkan, mereka harus bersaing ketat di lomba bertaraf internasional tersebut. Rival datang bukan hanya dari universitas top Indonesia, juga dari Filipina, India, Malaysia dan Mongolia.

Membawa makalah yang menganalisis kinerja PT. Matahari Department Store Tbk (LPPF), ulasan industri serta rekomendasi terhadap saham LPPF, mereka sukses menyabet juara runner up dua.

“Kami sangat bersyukur,” kata Antonius, mewakili rekan-rekannya.

Nico menambahkan, dukungan dari pihak rektorat turut memuluskan langkah mereka.

“Kompetisi ini membuat saya dan rekan belajar lebih dalam mengenai capital market di Indonesia berikut potensi dan tantangannya, juga memperluas networking dengan teman-teman dari Indonesia dan luar negeri,” papar Nico.

President University yang terletak di Kawasan Industri Jababeka, kawasan Industri terbesar di Asia Tenggara, tempat belokasinya 1700 perusahaan multinasional, selalu berusaha menyediakan fasilitas terbaik agar mahasiswanya bisa mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Gatot Imam Nugroho, Kepala Peogram Studi Accounting mengatakan, mahasiswanya selalu dilatih dengan studi kasus, sehingga mereka bisa dengan mudah memecahkan masalah yang terjadi di dunia akuntansi.

“Kompetisi yang diikuti para mahasiswa dapat digunakan sebagai tolok ukur kesiapan mereka untuk terjun menangani kasus yang ada dalam dunia bisnis,” ujar Gatot.

TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK