OJK Incar Porsi Dana Pensiun Tembus 5 Persen dari PDB

Dinda Audriene , CNN Indonesia | Selasa, 25/04/2017 13:43 WIB
OJK Incar Porsi Dana Pensiun Tembus 5 Persen dari PDB Target tersebut dipatok Otoritas Jasa Keuangan dalam tiga tahun ke depan, naik dari posisi saat ini sebesar 1,92 persen dari PDB. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi dana pensiun dalam tiga tahun ke depan meningkat menjadi 5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pasalnya, saat ini total dana kelolaan terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 1,92 persen.

"Jangka menengah bisa sampai 5 persen, Thailand kan sudah 6,6 persen," ucap Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Edy Setiadi.

Namun, dalam jangka pendek pihaknya menginginkan dana kelolaan terhadap PDB dapat mencapai 2,5 persen atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan Turki sebesar 2,2 persen.

"Kalau India itu masih nol koma sekian persen, kalau bisa melewati Turki ya pasti bagus," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Dumoly F. Pardede menjelaskan, total aset IKNB hingga akhir tahun lalu meningkat 13,64 persen menjadi Rp1.909,26 triliun, di mana dapen memberikan kontribusi sebesar 12,5 persen atau sekitar Rp238,3 triliun.

Sementara, total aset pada Februari meningkat tipis menjadi Rp244,26 triliun jika dibandingkan dengan total aset tahun akhir tahun 2016.

Dumoly menyatakan, peserta tenaga pensiun tenaga kerja saat ini baru mencapai 27 persen dari total tenaga kerja 50 juta di Indonesia. Angka itu sudah termasuk BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Asabri, dan Dapen swasta.

Jika mengacu pada data BPJS Ketenagakerjaan, maka Dumoly menyebut, peserta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan per 31 Desember sebanyak 9,13 juta dengan total aset Rp13,8 triliun per akhir Februari.

Adapun, Edy menjelaskan, Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Bank Dunia untuk mendapatkan data-data terkait negara mana saja yang memiliki dana pensiun tinggi terhadap PDB.

Untuk saat ini, dana kelolaan di Kanada terbilang besar terhadap PDB, yakni sekitar 79 persen. Selain itu, Australia juga disebut-sebut memiliki dana kelolaan yang tinggi terhadap PDB.

"Bagaimana mereka memiliki persentase yang besar. Banyak produk yang ditawarkan Australia dan bisa kami ikuti, ini bisa mendorong dapen untuk ke depan," pungkasnya.