Sepanjang Kuartal I, Bunga Kredit Masih Jauh dari Satu Digit

Agustiyanti, CNN Indonesia | Selasa, 02/05/2017 14:28 WIB
Sepanjang Kuartal I, Bunga Kredit Masih Jauh dari Satu Digit Sepanjang kuartal pertama tahun ini, rata-rata bunga kredit turun 14 bps menjadi 11,9 persen. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat rata-rata suku bunga kredit pada sepanjang kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar 11,9 persen. Bunga kredit tersebut turun 14 bps dibandingkan akhir tahun lalu yang tercatat sebesar 12,04 persen.

Berdasarkan data uang beredar BI, rata-rata bunga deposito pada sepanjang kuartal pertama tahun ini tercatat turun hingga dikisaran 20 bps. Penurunan terbesar terjadi pada rata-rata bunga deposito untuk tenor 12 bulan, yakni dari 7,31 persen pada akhir tahun lalu menjadi 7,1 persen.

Adapun rata-rata bunga deposito tenor 6 bulan turun 8 bps dari 7,03 persen menjadi 7,11 persen. Rata-rata bunga deposito tenor 1 bulan juga tercatat turun 2 bps menjadi 6,44 persen. Sementara itu, bunga deposito pada tenor 3 bulan tercatat tetap sebesar 6,69 persen.


Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara  menjelaskan, penurunan bunga kredit di awal tahun ini terutama terjadi pada suku bunga kredit modal kerja dan kredit investasi.

"Transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial masih tetap berlanjut, namun semakin terbatas sejalan dengan kehati-hatian bank dalam mengelola risiko kredit," ujar Tirta, dikutip Selasa (2/5).

Data uang beredar BI juga menyebutkan penyaluran kredit perbankan hingga akhir Maret 2017 tercatat sebesar Rp4.395,4 triliun, tumbuh 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Akselerasi pertumbuhan kredit terutama terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit investasi.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 9,8 persen (yoy) menjadi Rp4.780,2 triliun. Petrumbuhan DPK terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan dan giro yang tercatat masing-masing sebesar 12,4 persen (yoy) dan 10,1 persen (yoy) menjadi Rp1.507,3 triliun dan Rp1.071,1 triliun.