Menteri Jonan Resmikan Kompresi Sumpal ConocoPhilips

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Minggu, 21/05/2017 17:56 WIB
Menteri Jonan Resmikan Kompresi Sumpal ConocoPhilips Sumpal Compresion Project diperlukan untuk menjaga kapasitas Sumpal maksimum 310MMSCFD dan merupakan bagian dari Sumpal Phase-2 POFD 2010. (REUTERS/Fatima El-Kareem).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan fasilitas kompresi Lapangan Sumpal Gas ConocoPhilips (grissik) Ltd, di Kabupaten Bayung Lincir, Provinsi Sumatra Selatan.

Project Manager Lapangan Sumpal Wayan Budiarta mengatakan, Sumpal Compresion Project (SCP) diperlukan untuk menjaga kapasitas Sumpal di angka maksimum 310MMSCFD dan merupakan bagian dari Sumpal Phase-2 POFD 2010.

Proyek ini sendiri dimulai 23 Maret 2015 dan telah diselesaikan tiga bulan lebih cepat dari target yakni di April 2017. Fasilitas Sumpal Gas Station memulai operasi di tahun 2011. Lapangan Sumpal didedikasikan untuk perjanjian jual-beli gas.


Menurut Wayan, proyek ini berhasil mengoptimalisasi volume produksi dari 265 MMSCFD menjadi 310 MMSCFD dengan menggunakan kompresor.

"Proyek EFC ini diproyeksikan selesai dengan nilai biaya 25 persen di bawah nilai AFE yang disetujui, yaitu sebesar US$222,9 miliar menjadi US$163,6 miliar," kata Wayan, dikutip ANTARA, Minggu (21/5).

Di samping itu, ia melanjutkan, pencapaian kinerja keselamatan dalam proyek, yakni 3,24 juta lebih tanpa kehilangan waktu kerja dan tidak mencemari lingkungan.

Proyek ini, ia mengklaim, tidak mengganggu kegiatan rutin operasi produksi dan meminimalkan gangguan ke masyarakat sekitar.

"Penyelesaian proyek Kompersi Lapangan Sumpal melibatkan 100 persen tenaga kerja nasional, termasuk kontaktor BUMN dengan lebih dari 1.000 pekerja," imbuh Wayan.

Menteri ESDM yang meresmikan Fasilitas Kompresi Lapangan Sumpal itu mengapresiasi ConocoPhilips dalam penyelesaian proyek industri hulu migas itu, terutama dalam keselamatan kerja.

"Kami apresiasi semua yang terlibat dalam pembangunan Sumpal. Ini aset negara dibangun dengan uang negara. Ini luar biasa pembangunannya lebih cepat, hemat anggaran dan dikerjakan mayoritas putra/i Indonesia," pungkas Jonan.