FWD Life Rilis Produk Anyar Bebas Optimal

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Kamis, 20/07/2017 18:28 WIB
FWD Life Rilis Produk Anyar Bebas Optimal Animo masyarakat terhadap produk unitlink masih tinggi, tercermin dari kontribusinya terhadap total premi perseroan yang mencapai lebih dari 50 persen. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT FWD Life Indonesia (FWD Life) melepas produk anyarnya ke pasar bertajuk Bebas Optimal. Produk asuransi yang dikombinasikan dengan tujuan investasi ini (unitlink) menambah panjang daftar unitlink yang dijual perusahaan.

Chief Product Proposition & Sharia FWD Life Ade Bungsu mengatakan, produk unitlink yang dimiliki perseroan saat ini menjadi tiga. Dua di antaranya produk konvensional, serta satu produk unitlink berbasis syariah.

Menurut dia, animo masyarakat terhadap produk unitlink masih tinggi, tercermin dari kontribusinya terhadap total premi perseroan yang mencapai lebih dari 50 persen.


"Kami kembalikan semua ke pasar. Kalau pasar lebih suka unitlink, ya kami sediakan. Jadi, bergantung kebutuhan pasar," ujarnya, Kamis (20/7).

Ade menjelaskan, hampir 90 persen produk yang dipilih nasabah melalui jalur distribusi agen memilih produk unitlinked. Secara keseluruhan, perusahaan memiliki beberapa jalur distribusi, yakni 40 persen dari agensi, sedangkan sisanya dari grup bisnis, e-commerce, dan bancassurance.

Adapun, untuk unitlink terbarunya, FWD menargetkan Bebas Optimal berkontribusi sebesar 30 persen dari total premi. Kondisi ekonomi yang dinilai cukup positif secara fundamental dapat menarik masyarakat untuk berinvestasi sekaligus memproteksi diri melalui produk unitlinked.

"Produk asuransi untuk jangka panjang. Kami tidak mau mengedukasi nasabah kami untuk berspekulasi. Kalau kebutuhan jangka panjang, mereka tidak perlu khawatir dengan fluktuasi kinerja investasi," paparnya.

Hingga kuartal I 2017, total premi yang diraup perseroan sebesar Rp259,7 miliar. Ia optimistis, pendapatan preminya akan naik dua kali lipat hingga akhir tahun nanti.

"Tingkat kepercayaan publik bakal lebih tinggi terhadap produk unit-linked sebagai pilih utama dalam mendapatkan perlindungan sekaligus juga investasi," katanya.

Adapun, penempatan dana investasi unitlink mayoritas ditaruh di reksa dana saham. Ade mengatakan, hampir 70 persen nasabahnya berorientasi untuk investasi jangka panjang.

"Mereka tidak khawatir karena bukan untuk kebutuhan dua atau tiga tahun, tapi lebih dari 10 tahun," tutup Ade.


BACA JUGA