Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo memperkirakan, penerimaan pajak sampai tutup tahun nanti cuma 91 persen dari target atau berkisar Rp1.168,04 triliun.
Hal ini terlihat dari realisasi penerimaan pajak Januari-Juli 2017 yang baru mencapai 46,8 persen dari target atau baru sebesar Rp601,1 triliun. Artinya, lewat dari separuh tahun, capaian pajak belum setengah dari yang diharapkan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, tax amnesty belum signifikan membantu peningkatan Pajak Penghasilan (PPh), meski ada kontribusi kenaikan PPh Orang Pribadi dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) karena kepatuhan yang meningkat," ujar Yustinus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/8).
"Harus ada upaya yang sungguh-sungguh dan terukur dalam pengawasan potensi pajak baru, misal pengawasan rutin di sektor informal, untuk mendapatkan PPh dan PPN," jelasnya.
Kendati belum separuh dari target, Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal mengatakan, penerimaan meningkat dari seluruh pos dan lebih tinggi dari realisasi penerimaan pajak Januari-Juli 2016. "Pertumbuhannya 12,4 persen," kata Yon.
Adapun sampai akhir tahun, target pajak DJP telah dipangkas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, setelah menyadari adanya potensi kekurangan (shortfall) pajak sebesar Rp30 triliun dari target APBN 2017.