Perbanas: Disrupsi Digital Jadi Tantangan Perbankan Terkini

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 25/08/2017 09:53 WIB
Perbanas: Disrupsi Digital Jadi Tantangan Perbankan Terkini Banyak yang memprediksi, dalam satu atau dua tahun ke depan akan masuk berbagai model fintech yang mengambil alih sebagian pasar dari produk perbankan. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menganggap disrupsi digital menjadi salah satu tantangan dunia perbankan terkini. Ambil contoh, layanan pembayaran secara digital melalui telepon genggam dan layanan jasa keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) yang membuat batasan antara layanan perbankan dan digital menjadi buram.

"Banyak yang memprediksi, dalam satu atau dua tahun ke depan akan masuk berbagai model fintech yang mengambil alih sebagian pasar dari produk perbankan," tutur Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo dalam konferensi pers Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 di Graha Perbanas, Kamis (24/8).

Pria yang akrab disapa Tiko ini mengungkapkan, perkembangan teknologi digital yang bisa mengubah perilaku konsumen jasa keuangan juga tak luput dari perhatian regulator. Buktinya, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan regulasi mengenai fintech.

Oleh karena itu, industri perbankan yang identik dengan industri yang kaku dan terikat regulai yang ketat perlu melakukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi dan digital. Misalnya dengan mengembangkan inovasi teknologi digital dalam memberikan layanan maupun melakukan ekspansi bisnis dengan pemain fintech.

"Kami tidak akan tinggal diam dan berusaha menjawab tantangan zaman ini dengan terus mengembangkan teknologi digital perbankan yang benar-benar bisa menjawab kebutuhan dari pelanggan," jelas Tiko.
Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan digitalisasi di industri perbankan, Perbanas tahun ini kembali menggelar IBEX 2017 pada 19-20 September 2017 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC). Acara bertajuk "Transformasi Industri Perbankan, Jawaban Terhadap Revolusi Teknologi Digital" ini diselenggarakan untuk menjembatani pertukaran ide antara masyarakat dan pelaku industri perbankan seputar inovasi perbankan digital.

"Diharapkan melalui penyelenggaraan exhibition dan expo pada IBEX 2017, masyarakat maupun pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia memberikan respon dan jawaban akan transformasi digital yang telah dilakukan selama ini," tutur Ketua Steering Commitee IBEV 2017 Sis Apik Wijayanto yang juga Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di tempat yang sama.
Dalam acara ini, akan diselenggarakan beberapa agenda utama, antara lain eminar, workshop, Baking Exhibition dan Expo, serta pameran UKM binaan bank anggota Perbanas. Acara ini juga melibatkan regulator seperti OJK dan BI serta lembaga pemerintahan lainnya. Dengan hadirnya para pemangku kepentingan utama dan pelaku industri perbankan, diharapkan akan terjadi pertukaran pemikiran yang memiliki nilai strategis bagi kemajuan perbankan Indonesia dan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.