“Hingga Juni 2017, penyaluran pembiayaan baru (new booking) kami meningkat lima persen,” ujar Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, Kamis (7/9).
Ia menuturkan, pembiayaan sepeda motor masih menjadi penyumbang bisnis terbesar, yakni sebesar 56 persen dari total pembiayaan atau senilai Rp8,8 triliun. Diikuti oleh pembiayaan kendaraan bermotor roda empat sebanyak 41 persen atau senilai Rp6,5 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencapaian anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk ini di atas rata-rata penjualan industri otomotif yang disebut-sebut tertekan daya beli. Tengoklah, penjualan sepeda motor nasional turun 9 persen dari 3 juta unit menjadi hanya 2,7 juta unit pada semester I 2017.
Tercatat, pendapatan dari lini bisnis pembiayaan berkontribusi terhadap perolehan laba. Di samping itu, beban bunga dan keuangan yang melorot akibat turunnya suku bunga pasar, serta upaya perseoan mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan.
“Induk usaha kami menyediakan kerja sama pembiayaan bersama (join financing). Selebihnya, pendanaan dicukupkan melalui penerbitan obligasi dan pinjaman perbankan, baik domestik maupun luar negeri,” tutur Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila.