OJK Antisipasi Kredit Macet Akibat Bencana Gunung Agung

Agustiyanti, CNN Indonesia | Selasa, 03/10/2017 16:21 WIB
OJK Antisipasi Kredit Macet Akibat Bencana Gunung Agung OJK dapat mengeluarkan aturan pemberian perlakuan khusus terhadap kredit bank bagi daerah-daerah tertentu yang terkena bencana alam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku siap mengantisipasi munculnya kredit bermasalah dari debitur perbankan di Bali, khususnya di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang terdampak bencana Gunung Agung.

"Saat nanti diperlukan sikap OJK, kami akan mengambil suatu kebijakan. Karena pernah terjadi di daerah lain, misalnya di Yogyakarta lalu," ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, Selasa (3/10).

Nurhaida tak menjelaskan secara rinci kebijakan apa yang telah disiapkan lembaga tersebut. Mengacu Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/15/PBI/2006, OJK dapat mengatur pemberian perlakuan khusus terhadap kredit bank bagi daerah-daerah tertentu yang terkena bencana alam.


Nurhaida pun mengaku, OJK hingga kini belum melihat adanya indikasi kredit bermasalah di kawasan tersebut, apalagi sampai membuat rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) meningkat.

"Kami belum lihat itu, belum ada indikasi. Kalau belum waktunya ya jangan dululah," katanya.

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku telah menyiapkan antisipasi kredit macet dengan program call and visit debitur.

"Kami akan melakukan call dan visit secara lebih intens melihat kondisi debitur. Sebelum ada masalah, BNI sudah melakukan visit ke lapangan," kata Kepala Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Anton Siregar.

Namun, seperti OJK, BNI belum melihat indikasi meledaknya kredit macet di Bali lantaran aktivitas kegempaan Gunung Agung yang telah terjadi sejak pertengahan September lalu.

Sejak 15 September lalu, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gede Suantika, mengatakan muncul aktivitas kegempaan di Gunung Agung.

Tercatat, Gunung Agung mengalami gempa sebanyak 27 kali pada Jumat (15/9). Lalu, meningkat pada Sabtu (16/9) sebanyak 73 kali dan pada Minggu (17/9) sebanyak 50 kali.

Sementara per hari ini, PVMBG bilang, aktivitas kegempaan gunung yang berada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali itu telah berkurang. "Ada penurunan jumlah gempa sejak dua hari lalu sesuai hasil pencatatan di posko pemantauan," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Gede Suantika

Namun, PVMBG mengatakan, kualitas gempa Gunung Agung masih tergolong tinggi dan status gunung yang terletak di Pulau Dewata tersebut masih berada di level IV.