Sementara, jumlah penumpang penerbangan domestik ke Bali turun 7,29 persen. Yakni, dari 475.014 penumpang pada Agustus 2017 menjadi 440.014 penumpang pada bulan setelahnya.
Penurunan jumlah kedatangan wisatawan domestik dan internasional ke Bali seiring dengan kondisi Gunung Agung yang berstatus awas sejak pertengahan September lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, ada faktor lainnya, yaitu periode Agustus-September bukanlah puncak liburan wisatawan. "Kondisinya seperti ini karena belum peak season (puncak berlibur) saja. Biasanya, penuh November sampai Desember," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/10).
Sedangkan, jumlah penumpang penerbangan dari Australia masih tercatat bertumbuh 5,02 persen, termasuk India 22,46 persen.
Bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy), Sigit menuturkan, jumlah penumpang internasional masih membukukan peningkatan hingga 20 persen.
"Kami selalu pantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk antisipasi, tapi secara internal dan eksternal, kami sudah siap," imbuh Sigit.
Sejauh ini belum ada hal yang begitu mendesak bagi manejemen Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk mengimbau pengurangan intensitas bepergian ke Bali. Selain itu, seluruh tujuan wisata di Bali juga masih beroperasi secara normal.