Itu berarti, dana kelolaan eks PT Jamsostek (Persero) tersebut lebih tinggi empat persen dari target. “Kami tidak ada rencana menaikkan target sampai akhir tahun. Namun, di akhir tahun prediksinya mampu mencapai Rp315 triliun sampai Rp320 triliun," terang Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Selasa (7/11).
Dengan perkiraan tersebut, jumlah dana kelola sepanjang tahun ini bisa tumbuh hampir 18,8 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu yang hanya sebesar Rp260,54 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, sebagai kompensasi dari berkurangnya biaya investasi, diperkirakan hasil investasi juga akan turun. Adapun, target semula sebesar Rp25 triliun.
Keempat, berkurangnya peserta yang menunggak iuran. Agus bilang, tingkat kesadaran dan kepatuhan peserta kian bertambah baik, meski porsi peserta yang menunggak iuran masih sekitar 30 persen dari total peserta.
Perbaikan kepatuhan pembayaran iuran peserta, ia melanjutkan, salah satunya didorong oleh penambahan kanal-kanal pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Misalnya, dengan toko ritel hingga perusahaan rintisan (startup), seperti Tokopedia dan pasarpolis.com.