BUMN Gandeng China Garap Potensi Pelabuhan di Indonesia Timur

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 21:35 WIB
BUMN Gandeng China Garap Potensi Pelabuhan di Indonesia Timur PT Pelindo IV menggandeng PT China Communication Construction Engineering Indonesia guna mengembangkan potensi pelabuhan di wilayah Indoensia Timur. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV menggandeng PT China Communication Construction Engineering Indonesia guna menggarap potensi pengembangan pelabuhan di Wilayah Timur Indonesia.

Selain menggandeng perusahaan asal China tersebut, Pelindo III dan Pelindo IV juga menggandeng sejumlah BUMN lainnya guna meningkatkan layanan di sektor pelabuhan.

"Melalui sinergi ini, diharapkan kualitas layanan untuk publik dari BUMN dapat ditingkatkan," ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang di sela acara penandatangan MoC dan Perjanjian Kerja Sama di Kementerian BUMN, Rabu (15/11).


Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengungkapkan pihaknya melakukan sebelas penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian, dan addendum dengan perusahaan mitra strategis, baik dari pihak BUMN, perusahaan swasta maupun asing. Salah satunya, yakni MoU dengan PT China Communication Construction Engineering Indonesia tentang potensi kerjasama pengembangan pelabuhan di wilayah timur Indonesia.

Perseroan menandatangani perjanjian kerja sama dengan sesama BUMN, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tentang bank at work dan penerbitan kartu co-branding Mandiri e-Money.

“Lalu penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang pemberian fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada home ownership Program Karyawan PT Pelindo IV (Persero) dan tentang penerbitan kartu co-branding Brizzi dengan nama Brizzi e-Port,” ujar Doso

Selain itu, lanjut Doso, ada juga penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tentang penyaluran fasilitas kredit konsumer untuk karyawan PT Pelindo IV (Persero) dan tentang penerbitan dan pengelolaan kartu ID BUMN dan implementasi sistem pembayaran elektronik prabayar.

Selain dengan perbankan, BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini juga meneken nota kesepahaman dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masing-masing tentang sinergi pengembangan dan pendayagunaan asset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), perseroan menandatangani addendum perjanjian tentang pengelolaan program saving plan kumpulan. Dengan PT Asuransi Jiwasraya (Dana Pensiun Lembaga Keuangan Jiwasraya), perseroan menandatangani perjanjian kerja sama tentang pengelolaan program pensiun iuran pasti.

Sementara itu, Pelindo III bersama anak usahanya menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Barata Indonesia (Persero) tentang penyediaan peralatan bongkar muat Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane, kerja sama penyediaan cinderamata dan seragam dengan PT Sarinah (Persero), kerjasama optimalisasi bisnis, pemanfaatan fasilitas dan pemanfaatan gas bumi dengan PT PGN LNG Indonesia, kerja sama suplai gas di Kawasan Pariwisata Nusa Dua dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), optimalisasi dan pendayagunaan kapal tunda dengan PT Djakarta Lloyd (Persero), pengelolaan rumah sakit dengan PT Pertamina Bina Medika, dan kerja sama pengembangan bisnis di bidang properti dengan PT Pelindo I (Persero).

Direktur Utama Pelindo III IGN Askhara Danadiputra (Ari Askhara) mengungkapkan, kerja sama antar BUMN ini merupakan perwujudan dari semangat Kementerian BUMN untuk saling bersinergi sesama BUMN untuk saling memanfaatkan peluang bisnis, kompetensi dan aset yang dimiliki guna menghasilkan layanan yang saling menguntungkan dan menciptakan nilai tambah

"Selama ini kita hanya membeli produk dari luar negeri, padahal secara kompetensi, kami yakin putra-putri Indonesia sudah mampu membuat alat ini," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ari Askhara, perseroan juga akan memanfaatkan aset-aset yang masih belum optimal, seperti halnya di Pelabuhan Celukan Bawang, sudah terdapat fasilitas dermaga curah cair yang akan dikerjasamakan dengan PGN, sehingga dengan kerjasama tersebut dapat menciptakan nilai tambah dari kegiatan rantai pasok gas yang akan lebih efisien karena fasilitas yang ada dapat menampung kapal-kapal dengan ukuran besar dan berfungsi sebagai hub terminal gas. (agi/agi)