Per 30 November, Realisasi KUR Capai Rp91,3 Triliun

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 16:10 WIB
Per 30 November, Realisasi KUR Capai Rp91,3 Triliun Per 30 November, Realisasi KUR Capai Rp91,3 Triliun. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai 30 November 2017 telah mencapai Rp 91,3 Triliun. Capaian tersebut setara dengan 85,6 persen dari target penyaluran KUR sepanjang 2017 yang sebesar Rp106,6 triliun.

Berdasarkan Kementerian Koordinator Perekonomian, penyaluran dilakukan oleh sekitar 4 juta debitur. Berdasarkan persentase, masih didominasi oleh skema KUR mikro sebesar 70,4 persen, diikuti oleh skema KUR ritel 29,3 persen, dan KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI) hanya 0,3 persen.

"Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha mikro," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam rapat koordinasi Evaluasi KUR 2017 dan Rencana KUR 2018 di kantornya, Jumat (8/12).

Dari sisi risiko, kredit yang disalurkan melalui skema KUR tergolong lancar karena memiliki tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) relatif rendah, sebesar 0,21 persen.


Darmin mengungkapkan, realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi yang meliputi sektor pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa, juga meningkat. Berdasarkan persentase pertumbuhan, sektor produksi (termasuk sektor jasa) naik dari 33 persen hingga akhir Desember 2016 menjadi 44 persen pada akhir November 2017. Sedangkan sektor produksi (tanpa sektor jasa) naik dari 22 persen menjadi 31,5 persen.

Sementara itu, jika dilihat menurut wilayah, penyaluran KUR didominasi di Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar Rp50,9 triliun (55,8 persen), diikuti oleh Sumatra sebesar Rp17,32 triliun (19 persen), Sulawesi sebesar Rp9,3 triliun (10,2 persen), Bali dan Nusa Tenggara sebesar Rp6,1 persen (6,7 persen), Kalimantan sebesar Rp5,6 triliun (6,2 persen), serta Maluku dan Papua sebesar Rp1,9 triliun (2,1 persen).

Perkembangan kinerja KUR menurut masing-masing penyalur juga menunjukkan tren positif. Penyaluran KUR tertinggi dicapai oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang realisasinya mencapai 96,2 persen atau Rp68,2 triliun dari target Rp71,2 triliun.

"Akhir tahun, Insya Allah (penyaluran KUR) bisa 100 persen (dari target)," ujar Direktur BRI Priyastomo.

Kemudian, tingginya realisasi penyaluran KUR juga dicapai oleh PT Bank Mandiri Tbk (93,1 persen) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (65,6 persen). Sedangkan untuk kinerja penyaluran Bank Umum Swasta (24,9 persen) dan BPD (31,2 persen).

Realisasi KUR Lagi-lagi Tak akan 100 Persen

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menambahkan, melihat realisasi hingga akhir November, realisasi KUR tahun ini hanya akan berkisar 92 hingga 93 persen.

Tak tercapainya target penyaluran KUR tahun ini tak lepas dari pengumuman pemerintah soal penurunan bunga KUR tahun depan yaitu dari 9 persen menjadi 7 persen.

"Katanya (bank) debitur banyak yang sudah tahu (penurunan bunga KUR) jadi mereka menunggu sampai Januari untuk mengajukan KUR. Nah, itu memang hambatan bagi bank untuk menyalurkan KUR-nya," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan hingga akhir November perseroan telah menyalurkan KUR sebesar Rp12,1 triliun atau sekitar 93 persen dari target Rp13 triliun. Melihat capaian tersebut, pihaknya optimistis bisa mencapai terget penyaluran KUR tahun ini.

"Sesuai target, 40 persen penyaluran KUR ke sektor produktif," pria yang akrab di sapa Tiko ini.
(lav/bir)