OJK Sebut BTMU Belum Minta Izin Caplok 73,8% Saham Danamon

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Minggu, 31/12/2017 09:14 WIB
OJK Sebut BTMU Belum Minta Izin Caplok 73,8% Saham Danamon OJK menyebut, belum ada pembicaraan dari BTMU terkait rencana akuisisi saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hingga 73,8 persen.(CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut belum ada pembicaraan dari The Bank of Tokyo Mitshubishi UFJ Ltd (BTMU) terkait rencana akuisisi saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hingga 73,8 persen.

"Mereka belum ke kami, nanti silahkan kami lihat, kami proses," tutur Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, Jumat (29/12).

Menurut Wimboh, pihaknya akan menunggu bentuk komitmen langsung dari entitas Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) tersebut. Proses akuisisi sendiri wajib memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.


"Kemudian pembiayaan juga lebih besar, jadi tidak bisa hanya sekadar akuisisi tapi tidak memiliki rencana jangka menengah," jelas Wimboh.

CEO BTMU Asia & Oceania Takayoshi Futae memaparkan, perusahaan akan membeli saham di Bank Danamon dalam tiga tahap. Pertama, jumlah porsi saham sebesar 19,9 persen dengan harga Rp8.323 per saham.

Tahap kedua, perusahaan kembali membeli saham hingga menguasai 40 persen saham Bank Danamon. Perusahaan menargetkan hal ini bisa terealisasi pada semester I tahun 2018.

Tahap ketiga, jumlah saham yang diincar semakin tinggi, yakni mencapai 73,8 persen.

Sayangnya, Indonesia memiliki aturan yang membatasi kepemilikan saham pada bank umum melalui Peraturan OJK Nomor 56/POJK.03.2016 tentang kepemilikan saham bank umum, yang merupakan penyesuaian dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/8/PBI/2012.

Aturan ini menjabarkan, maksimal kepemilikan saham di bank sebesar 40 persen bagi lembaga keuangan, 30 persen pada perusahaan nonkeuangan, dan 20 persen pada perorangan.

Meski begitu, Tufae masih optimis perusahaan bisa mengempit saham Bank Danamon sesuai dengan target. Namun, ia belum memiliki target pasti terkait waktu penyelesaian akuisisi terjadi.

"Kami akan teruskan komunikasi dengan OJK. Kami yakin, OJK akan mengawal ini. Maka, kami optimistis bisa mengakuisisi hingga 40 persen," ucap Tufae belum lama ini.

Bila tahap kedua dari proses akuisisi ini selesai, maka perusahaan akan melanjutkan diskusi dengan OJK untuk memikirkan langkah selanjutnya dalam mengakuisisi saham Bank Danamon.

"Kami fokus ke tahap kedua dulu," pungkas Futae. (agi/agi)