Pemerintah Baru Rogoh Rp14 M untuk Ongkosi Perhelatan IMF-WB

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 04/06/2018 16:54 WIB
Pemerintah Baru Rogoh Rp14 M untuk Ongkosi Perhelatan IMF-WB Pemerintah menyebut penggunaan anggaran untuk perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 baru sebesar Rp14,5 miliar hingga saat ini. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menyebut bahwa penggunaan anggaran untuk perhelatan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (AN IMF-WB) 2018 yang akan digelar pada 8-14 Oktober mendatang baru sebesar Rp14,5 miliar hingga saat ini.

Dana itu baru sekitar 1,69 persen dari target anggaran yang mencapai Rp855,5 miliar yang terbagi atas dua tahun anggaran, yaitu Rp45,4 miliar pada 2017 dan Rp810,1 miliar pada 2018.

"Anggaran yang terealisir sampai dengan sekarang mencapai Rp4,1 miliar. Sedang, tahun lalu sebesar Rp10,4 miliar," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantornya, Senin (4/6).


Menurutnya, realisasi penggunaan anggaran masih minim lantaran persiapan acara belum mencapai 100 persen. Sementara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mencatat bahwa kesiapan perhelatan AN IMF-WB telah mencapai 77 persen.

"Persiapan yang sudah kami diskusikan itu mulai dari keamanan, visa, bea cukai, kesehatan, digital ekonomi, pariwisata, itu semua tidak ada hambatan yang berarti," katanya.

Lebih lanjut Luhut menyebut bahwa persiapan acara ditargetkan mencapai 85 persen pada Juli mendatang, bertepatan dengan pengecekan dari utusan IMF ke Indonesia. Sedangkan sisanya sekitar 15 persen diselesaikan hingga September 2018.

Luhut optimistis persiapan AN IMF-WB 2018 akan berjalan sesuai rencana. Pasalnya, satu-satunya kendala yang perlu diwaspadai hanya pengaruh kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.


"Misalnya, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, tekanan politik di Eropa, dan lainnya," terang dia.

Namun, dari dalam negeri, ia memastikan tidak ada isu-isu krusial yang masih menjadi kendala besar bagi persiapan forum ekonomi internasional ini, termasuk soal isu terorisme yang belakangan membayangi Tanah Air.

"Tidak ada kekhawatiran karena tidak perlu ada IMF pun, sebenarnya kami juga terus memperketat keamanan. Polisi sudah lebih aktif. Apalagi, sekarang ada UU Terorisme itu," pungkasnya.


(bir)