JEDA

Nasi Liwet dan Gudeg jadi Menu Wajib Lebaran Bos OJK

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Sabtu, 16/06/2018 12:41 WIB
Nasi Liwet dan Gudeg jadi Menu Wajib Lebaran Bos OJK Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan punya dua menu wajib untuk lebaran; nasi liwet dan gudeg. (Foto: CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso selalu mempunyai menu yang harus dihidangkan di meja makannya setiap lebaran; nasi liwet dan gudeg. Baginya, lebaran bisa bagai malam tak berbintang bila tak menyantap kedua makanan asal kampung halamannya, Jawa Tengah tersebut.

Tak terkecuali pada tahun ini, yang merupakan Lebaran pertama bagi Wimboh dengan status baru sebagai wasit industri perbankan Tanah Air. Selepas menunaikan Shalat Idul Fitri di Masjid Kompleks Bank Indonesia (BI) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Wimboh langsung bertolak ke rumah dinasnya dan menyantap kedua menu tersebut sebelum menerima tamu-tamu yang hendak silaturahmi.

"Nasi Liwet dan Gudeg ini pasti selalu ada (kalau Lebaran). Apalagi lebaran tahun ini Gudeg-nya spesial, di bawa dari Solo," katanya di sela menerima tamu open house, Jumat (15/6).


Selain selalu menikmati dua makanan itu, tradisi Lebaran lain yang juga tak dilewati Wimboh, ialah mudik ke kampung halaman. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York pada 2012 lalu itu bilang, besok ia akan pergi ke Boyolali untuk 'sungkem' kepada Ibunya.


"Besok saya harus mudik. Saya masih punya Ibu berusia 94 tahun, jadi besok harus mudik ke Sawit, Boyolali," katanya.

Di samping tradisi makanan dan mudik. sejatinya bagi Wimboh, Lebaran merupakan simbol kemenangan atas sebulan puasa yang telah dijalani. Apalagi ia mengaku, puasa tahun ini dapat dijalankannya tanpa halangan sedikit pun. "Tahun ini puasa full dong," celetuknya.

Namun, bagi Wimboh, tak hanya sebagai hari kemenangan dari puasa, Lebaran juga menjadi titik tolak untuk menghitung ibadah yang telah dilakukan. Terlebih, ibadah yang dilakukan saat Ramadan karena berkali-kali lipat pahalanya.

"Makanya harus dimanfaatkan. Ibadah itu tidak hanya solat wajib, tapi juga solat sunnah (tidak wajib) harus diperbanyak. Termasuk silaturahmi dan sedekah. Sedekah tidak hanya uang, tapi juga bisa dengan ilmu," pungkasnya.

(agt)