Di pasar Asia, sejumlah mata uang bergerak menguat landai dibanding dolar AS. Untuk baht Thailand diperdagangkan menguat 0,10 persen, rupee India menguat 0,14 persen, peso Filipina menguat tipis 0,08 persen dan Won Korea menguat 0,38 persen.
Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan bahwa penguatan rupiah yang terjadi pada sesi pembukaan tersebut hanya bersifat sementara. "Karena penguatan dolar yang kemarin sudah tinggi saja," katanya kepada CNNIndonesia, Senin (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BI Klaim Inflasi Bengkak Bukan karena Rupiah |
Lukman mengatakan bahwa selanjutnya rupiah masih akan melemah. Walaupun awal pekan ini kemungkinan rupiah akan mendapatkan tenaga dari rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 yang kemungkinan besar akan bagus, penguatan juga akan bersifat sementara.
Lukman mengatakan rupiah kemungkinan pada sesi perdagangan Senin ini masih akan bergerak di kisaran Rp14.450-Rp14.500 per dolar AS.
(agt)