Ma'ruf Amin Targetkan Cetak 1 Juta Santri Pebisnis pada 2023

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 16:10 WIB
Ma'ruf Amin Targetkan Cetak 1 Juta Santri Pebisnis pada 2023 Wapres Ma'ruf Amin menargetkan bisa menciptakan 1 juta santri pebisnis dalam lima tahun. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan pemerintah memiliki target bisa menciptakan 1 juta santri pengusaha atau Santripreneur dan 1000 produk unggulannya hingga lima tahun ke depan. Target itu tak lepas dari program wirausaha pesantren atau program One Pesantren One Product (OPOP) yang dicanangkan pemerintah mulai 2019.

"Sejak 2019 ini, memiliki target untuk menciptakan 1 juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan (barang atau jasa) pada tahun 2023," kata Ma'ruf  dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (24/1).

Ma'ruf lantas merinci target jangka pendek pada 2019 lalu adalah 100 ribu santripreneur dan 150 produk unggulan. Sedangkan pada 2020 ini menargetkan terciptanya 200 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan.


Sementara pada 2021, sebanyak 200 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan mulai berkembang. Lalu pada 2022 ditarget sebanyak 250 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan kembali tumbuh.

"Pada 2023 pemerintah menargetkan 250 ribu santripreneur dan 250 produk unggulan," kata Ma'ruf

Lebih lanjut, Ma'ruf mendorong agar gerakan wirausaha berbasis pesantren dapat bergerak masif di provinsi lain. Selain di Jawa Timur, program sejenis OPOP juga sudah berkembang di Jawa Barat sejak 2018.

Terlebih lagi, kata dia, gerakan itu nantinya bisa mensejahterakan santri dan mengembangkan pesantren secara mandiri

"Terlebih lagi, jumlah pesantren sebanyak 27.000 dengan 3,6 juta santri. Bila gerakan ini terus digerakkan, didampingi, difasilitasi, dan dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan, maka akan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang strategis bagi upaya meningkatkan kesejahteraan umum," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Ma'ruf mengaku mendukung gerakan ekonomi pesantren sebagai bagian penguatan ekonomi kerakyatan.  Hal itu bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara pelaku ekonomi lemah dan pelaku ekonomi kuat. Mekanismenya, kata dia, dapat diterapkan melalui kolaborasi antara pelaku ekonomi kuat dan lemah.

"Program OPOP Jatim ini juga berintikan kolaborasi. Pilarnya adalah sinergi antara koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren, dan Kadin," kata dia.

Pada gelaran kampanye Pilpres 2019 lalu, Ma'ruf kerap kali konsen pada isu ekonomi kerakyatan berbasis pesantren.

Bahkan, Mantan Rais Aam PBNU itu pernah menggagas konsep bertajuk Gus Iwan yang merupakan akronim dari 'Santri Bagus Pintar Ngaji dan Juga Usahawan'. Konsep ini juga pernah ia kenalkan agar para santri mau mengelola usaha kecil di samping belajar ilmu agama.

Ma'ruf menuturkan upaya untuk mengembangkan konsep tersebut merupakan bagian dari program ekonomi arus baru yang selama ini ia gagas dalam pilpres 2019. Ia mengklaim ekonomi arus baru lebih memperhatikan masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.

(rzr/agt)