Kondisi ini membuat publik semakin waspada dan berpikir dua kali untuk memasuki wilayah yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti pasar atau pusat perbelanjaan.
Sukma Ayu salah satunya. Guru Sekolah Dasar (SD) ini mengaku lebih waspada untuk berbelanja di pasar lantaran disesaki pedagang dan banyak orang. Namun, ia tetap memberanikan diri demi memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Sukma, Amanda Hatmadiyah juga mengaku was-was. Namun, ia menahan rasa takutnya untuk pergi ke pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Yang penting, ibu rumah tangga berumur 32 tahun itu mengaku lebih membatasi dirinya saat berbelanja dan sebisa mungkin tidak berlama-lama di pasar untuk meminimalisir kemungkinan terpapar oleh covid-19.
Selain menghemat waktunya di pasar, Sukma juga mengaku tetap berupaya menjauhi tempat-tempat umum yang biasa di kunjungi kerumunan, orang seperti cafe, restoran, atau pun transportasi publik.
"Cuma saya sekarang jauhi tempat umum sebisa mungkin, kayak tempat ngopi, atau taman, di stasiun, pokoknya yang ramai. Biasanya saya lebih milih di rumah saja kalau tidak penting dan mendesak," ucapnya.
Hartanti Dewi, seorang ibu rumah tangga, berharap pemerintah lebih menjamin keselamatan rakyat di pasar atau transportasi publik yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam beraktivitas.
"Harapannya sih sering dibersihkan (menggunakan disinfektan) saja, di pasar, di tempat-tempat umum, seperti stasiun, halte, oleh pemerintah. Soalnya, itu kan sudah jadi kebutuhan ya, mau gak mau (dikunjungi)," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk mulai memberlakukan sistem kerja dari rumah. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penyebaran virus corona di Tanah Air.
"Dengan kondisi ini, saatnya bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
(ara/bir)