Emak-emak Was-was Sambangi Pasar Karena Virus Corona

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 09:34 WIB
Emak-emak mengaku was-was berbelanja ke pasar karena penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan. Emak-emak mengaku was-was berbelanja ke pasar karena penyebaran virus corona semakin mengkhawatirkan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha).
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebaran virus corona di Indonesia makin mengkhawatirkan dengan jumlah pasien positif per Senin (16/3) bertambah menjadi 134 orang. Tak cuma orang awam, penyakit covid-19 juga ikut menyerang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kondisi ini membuat publik semakin waspada dan berpikir dua kali untuk memasuki wilayah yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti pasar atau pusat perbelanjaan.

Sukma Ayu salah satunya. Guru Sekolah Dasar (SD) ini mengaku lebih waspada untuk berbelanja di pasar lantaran disesaki pedagang dan banyak orang. Namun, ia tetap memberanikan diri demi memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sehari-hari.


"Takut itu pasti, karena kondisinya lagi begini (mengkhawatirkan). Cuma, jadi lebih was-was (waspada) aja, karena namanya virus itu gak terlihat, tapi mau bagaimana lagi, diberaniin saja," ujarnya, Senin (16/3).

Ibu berumur 43 tahun yang memiliki dua orang anak itu mengaku hanya bisa pasrah terhadap keadaan. Ia membenteni diri dengan menggunakan masker sebagai modal keselamatannya saat pergi ke pusat perbelanjaan atau pasar.

"Cuma bisa pasrah saja, daripada beli (makanan jadi), kan boros. Paling jaga-jaga saja, pakai masker, dan sering cuci tangan saja," jelasnya.

Tak hanya Sukma, Amanda Hatmadiyah juga mengaku was-was. Namun, ia menahan rasa takutnya untuk pergi ke pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yang penting, ibu rumah tangga berumur 32 tahun itu mengaku lebih membatasi dirinya saat berbelanja dan sebisa mungkin tidak berlama-lama di pasar untuk meminimalisir kemungkinan terpapar oleh covid-19.

"Saya sih tetap ke pasar, cuma lebih cepat-cepat saja, seperlunya. Kalau bisa jangan terlalu dekat dengan pedagang dan orang juga dan pakai masker atau penutup mulut," terang Amanda.

Selain menghemat waktunya di pasar, Sukma juga mengaku tetap berupaya menjauhi tempat-tempat umum yang biasa di kunjungi kerumunan, orang seperti cafe, restoran, atau pun transportasi publik.

"Cuma saya sekarang jauhi tempat umum sebisa mungkin, kayak tempat ngopi, atau taman, di stasiun, pokoknya yang ramai. Biasanya saya lebih milih di rumah saja kalau tidak penting dan mendesak," ucapnya.

Hartanti Dewi, seorang ibu rumah tangga, berharap pemerintah lebih menjamin keselamatan rakyat di pasar atau transportasi publik yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam beraktivitas.

Ia juga berharap pemerintah dapat meminimalisir paparan virus di tempat-tempat tersebut dengan melakukan dekontaminasi virus menggunakan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala.

"Harapannya sih sering dibersihkan (menggunakan disinfektan) saja, di pasar, di tempat-tempat umum, seperti stasiun, halte, oleh pemerintah. Soalnya, itu kan sudah jadi kebutuhan ya, mau gak mau (dikunjungi)," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk mulai memberlakukan sistem kerja dari rumah. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penyebaran virus corona di Tanah Air.

"Dengan kondisi ini, saatnya bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNN]


(ara/bir)