Jutaan Orang Eropa Bakal Kena PHK, UE Galang Dana Rp1.812 T

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 08:10 WIB
Komisi UE mengusulkan insentif senilai Rp1.812 triliun untuk membantu negara anggota menghindari risiko jutaan orang yang akan terkena PHK. Komisi UE mengusulkan insentif senilai Rp1.812 triliun untuk membantu negara anggota menghindari risiko jutaan orang yang akan terkena PHK. Ilustrasi. (AP/Claudio Furlan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Uni Eropa mengusulkan inisiatif bantuan baru sebesar 100 miliar euro atau sekitar Rp1.812 triliun untuk negara-negara anggota mengatasi persoalan kehilangan pekerjaan. Diperkirakan, jutaan orang di UE kehilangan pekerjaan mereka atau terkena PHK akibat pandemi virus corona.

Dana bantuan ini dimaksudkan untuk mendorong perusahaan mengurangi jam kerja karyawan mereka ketimbang menempuh pemutusan hubungan kerja, persis dengan model yang digunakan di Jerman.

"Dalam krisis virus corona ini, hanya respons terkuat yang akan bertahan. Karenanya, setiap euro yang tersedia dalam anggaran Uni Eropa akan diarahkan untuk mengatasi persoalan ini," ujar Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen, dilansir CNN.com, Jumat (3/4).


Program bantuan itu akan dikucurkan dalam bentuk pinjaman yang dijamin oleh negara-negara anggota. Namun, Leyen mengingatkan penggalangan dana bantuan perlindungan PHK itu masih membutuhkan persetujuan dari 27 anggota UE.

Negara-negara anggota UE telah berkomitmen untuk mendukung bisnis dan pekerjaan, meskipun resesi mendalam terus berlangsung. Mereka menunjukkan komitmennya lewat pelonggaran defisit anggaran yang jumlahnya cukup besar.

Bank sentral Eropa juga berjanji akan memompa ratusan miliar euro ke pasar tahun ini untuk mencegah guncangan yang memicu krisis keuangan baru.

Hingga kini, anggota UE masih terpecah dalam memutuskan upaya yang akan ditempuh. Salah satu yang mencuat adalah penerbitan surat utang corona.

Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel bersama pemimpin di Austria dan Belanda menentang rencana itu. Kekhawatirannya terutama terhadap Italia, yang terpukul paling parah oleh penyebaran penyakit covid-19 dan tercatat memiliki utang yang cukup besar.

Para menteri keuangan negara-negara Uni Eropa dijadwalkan bertemu pada akhir pekan ini untuk memutuskan mengambil tindakan segera.

Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier mengatakan sebagai ekonomi terbesar di antara negara anggota UE, Jerman kemungkinan mencatat penurunan lebih besar pada tahun ini dibandingkan krisis keuangan global sebelumnya.

Sekadar informasi, angka pengangguran di Uni Eropa meningkat cepat. Di Spanyol, tingkat pengangguran pada Maret naik dari 302.265 orang menjadi 3,5 juta. Angka tersebut kenaikan terbesar dalam sejarah.

Sementara, Menteri Tenaga Kerja Prancis Muriel Penicaud mengatakan jumlah pekerja di Prancis yang saat ini dirumahkan dan berpotensi terkena PHK mencapai 4 juta orang dan jumlahnya diperkirakan meningkat.

Inggris, yang meninggalkan Uni Eropa pada awal tahun ini, mencatat jumlah orang yang mengklaim tunjangan kesejahteraan naik menjadi 950 ribu orang dalam dua pekan terakhir pada Maret 2020.

[Gambas:Video CNN]


(bir)