Dana bantuan ini dimaksudkan untuk mendorong perusahaan mengurangi jam kerja karyawan mereka ketimbang menempuh pemutusan hubungan kerja, persis dengan model yang digunakan di Jerman.
"Dalam krisis virus corona ini, hanya respons terkuat yang akan bertahan. Karenanya, setiap euro yang tersedia dalam anggaran Uni Eropa akan diarahkan untuk mengatasi persoalan ini," ujar Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen, dilansir CNN.com, Jumat (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, anggota UE masih terpecah dalam memutuskan upaya yang akan ditempuh. Salah satu yang mencuat adalah penerbitan surat utang corona.
Para menteri keuangan negara-negara Uni Eropa dijadwalkan bertemu pada akhir pekan ini untuk memutuskan mengambil tindakan segera.
Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier mengatakan sebagai ekonomi terbesar di antara negara anggota UE, Jerman kemungkinan mencatat penurunan lebih besar pada tahun ini dibandingkan krisis keuangan global sebelumnya.
Sementara, Menteri Tenaga Kerja Prancis Muriel Penicaud mengatakan jumlah pekerja di Prancis yang saat ini dirumahkan dan berpotensi terkena PHK mencapai 4 juta orang dan jumlahnya diperkirakan meningkat.
Inggris, yang meninggalkan Uni Eropa pada awal tahun ini, mencatat jumlah orang yang mengklaim tunjangan kesejahteraan naik menjadi 950 ribu orang dalam dua pekan terakhir pada Maret 2020.
[Gambas:Video CNN]
(bir)