Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.936 per dolar AS atau menguat dari Rp15.009 per dolar AS pada Jumat (8/5).
Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama peso Fiipina 0,22 persen, baht Thailand 0,13 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen. Sementara mata uang lain justru melemah dari dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar merespons positif rencana ini, sehingga meningkatkan sentimen investor," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/5).
Kemudian, pergerakan mata uang juga mendapat sentimen dari langkah pengaktifan proposal Komisi Uni Eropa tentang Dana Pemulihan Uni Eropa terkait penanganan dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Selain itu, rupiah juga terpengaruh kemungkinan stimulus ekonomi baru dari bank sentral Eropa.
[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, ada pengaruh dari peningkatan jumlah pengangguran AS mencapai 30 juta orang pada pekan lalu. Bahkan, pemerintah AS memperkirakan tingkat pengangguran AS bisa mencapai 25 persen atau lebih tinggi dari 14,7 persen pada April 2020.
"Nanti juga akan ada (rilis) data tentang penjualan ritel (di AS) dan data ekonomi China tentang produksi industri dan penjualan ritel," ungkapnya.
Sementara di dalam negeri, pergerakan rupiah sedikit banyak terpengaruh oleh keberlangsungan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikhawatirkan semakin menekan laju ekonomi pada kuartal II 2020. Selain itu, juga terpengaruh intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar uang.